Sukabumi – Javanewsonline.co.id | Terobosan baru dilakukan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Yudha Sukmagara (YSG) bersama jajarannya meninjau langsung lokasi obyek CSR TJSL dan Pengeboran Kelling Tower. Tidak tanggung-tanggung langkah Sidak YSG kali ini berkolaborasi dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), salah satunya dengan LSM Gapura RI, Jum’at (6/8).

Protes keras masyarakat Kecamatan Kabandungan didampingi oleh LSM Gapura RI kepada pemerintah daerah dan dua perusahaan. Protes tersebut bukan tanpa alasan, mereka mempersoalkan Corporation Sosial Responcibility (CSR) atau Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari PT Star Energi Gheotermal Gunung Salak dan PT Indonesia Power yang sudah bertahun-tahun tidak pernah dirasakan masyarakat setempat, baik untuk kesejahteraan maupun bina lingkungan. 

Selain itu, masyarakat Kecamatan Kabandungan juga mempersoalkan pembangunan Derilling Tower PT Star Energi dan PT Indonesia Power, yang berdampak langsung terhadap lingkungan dan infrastruktur masyarakat setempat.

“Karena itu, kami meminta kepada Ketua DPRD untuk turun ke lokasi melihat langsung pembangunan tersebut, untuk selanjutnya mengambil sikap atas nama wakil rakyat, sebab masyarakat butuh perhatian serius dari pemerintah daerah, sebagai fasilitator kepada kedua perusahaan raksasa itu,” tegas Ketua Umum DPP LSM Gapura RI, Hakim Adonara kepada awak media.

Saat meninjau lokasi, Ketua DPRD Yudha Sukmagara bersama jajarannya disambut antusias oleh warga setempat. Perwakilan tokoh masyarakat dan perwakilan petani hadir pula mengadukan keluh kesahnya kepada Ketua DPRD YSG.

Hadir dilokasi, Kapolsek Kalapanunggal, Ketua MUI Kabandungan, Danramil, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama, Perwakilan Petani dan Akademisi, Ketua-ketua Ormas dibawah naungan OSS, serta unsur pemuda Kecamatan Kabandungan.

“Untung saja ada PPKM, masyarakat harus mentaati protokol kesehatan, jika tidak kami pastikan masyarakat Kabandungan dan Kalapanunggal akan membludak mengadukan berbagai persoalan terkait CSR/TJSL dan aktivitas PT SE maupun PT Indonesia Power,” ungkap salah satu tokoh pemuda Kabandungan, Nurdiyanto.

“Sebagai putra daerah, saya ucapkan terima kasih kepada Ketua Umum LSM Gapura RI, yang terus berjuang mendampingi masyarakat, begitu juga selaku masyarakat Kabandungan kami sampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua DPRD YSG bersama jajaran terkait, yang bersedia mengunjungi serta mendengar keluh kesah kami,” tambah Nurdiyanto.

Ketua Ormas Sepakat Sepaket (OSS), Hermawan alias Koncleng menegaskan, warga masyarakat sudah geram. Sebab, PT SE maupun PT IP tidak ada perhatian terhadap infrastruktur, pertanian, serta sarana keagamaan, dengan meningkatnya pengangguran yang menjadi pemicu lahirnya gerakan masyarakat untuk menuntut hak-haknya, yang seharusnya difasilitasi oleh Pemerintah, termasuk DPRD Kabupaten Sukabumi.

Sementara itu, Ketua DPRD Yudha Sukmagara (YSG) menyebutkan, secara tupoksi DPRD Kabupaten Sukabumi akan memperjuangkan kepentingan warga masyarakat Kecamatan Kabandungan.

“Surat dari LSM Gapura RI sudah kami terima dan kami kaji, karena itu pada kesempatan ini kami hadir mendengar langsung semua aspirasi dan keluh kesah masyarakat Kecamatan Kabandungan, dalam radius terdekat CSR/ TJSL.

Semua ini akan kami perjuangkan sebagai starting point untuk CSR/TJSL di Kabupaten Sukabumi, tentunya sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” pungkasnya, menanggapi aspirasi masyarakat Kecamatan Kabandungan. Dialog serta tanya jawab warga masyarakat dengan Ketua DPRD YSG bersama jajarannya berlangsung tertib.

Kegiatan tersebut menurut Ketua DPRD YSG akan ditindaklanjuti melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) hingga Pansus CSR/TJSL. (Andi R) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.