Indramayu — Javanewsonline.co.id | Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menyalurkan bantuan pangan (banpang) beras sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan. Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Perum Bulog dan menyasar warga berpenghasilan rendah di berbagai desa.

Pemerintahan Desa Limbangan dibantu para RT dan RW membagikan Banpang ke semua warga yang sudah berkumpul di balaidesa.

Di Desa Limbangan, Kecamatan Juntinyuat, penyaluran dilakukan pada Senin, 27 April 2026. Kepala Desa Limbangan, H. Nurwenda, menyatakan bantuan pangan merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat, terutama kelompok rentan yang memiliki akses terbatas terhadap bahan pokok.

“Bantuan beras ini menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat berpendapatan rendah sekaligus mengendalikan inflasi di tengah tantangan ketahanan pangan,” ujar Nurwenda.

Berdasarkan data, sebanyak 737 jiwa menerima bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Namun, hasil evaluasi pemerintah desa menemukan sekitar 80 penerima dinilai tidak tepat sasaran.

Menurut Nurwenda, sebagian penerima berasal dari kalangan mampu, termasuk keluarga perangkat desa dan warga usia produktif yang tidak masuk kategori prioritas. “Ini sangat ironis dan menyayat hati,” kata dia.

Ia menegaskan akan melakukan pendataan ulang secara menyeluruh setelah pergantian kepemimpinan desa. Langkah ini bertujuan memastikan bantuan benar-benar diterima oleh warga yang berhak.

Nurwenda juga berkomitmen meningkatkan transparansi dalam pelayanan publik dan pengelolaan keuangan desa. “Kami ingin memastikan tidak ada praktik pungutan liar, baik di tingkat desa maupun lingkungan RT dan RW,” ujarnya.

Pemerintah desa berharap pembenahan data penerima bantuan dapat meningkatkan efektivitas program sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan publik. (Agus R)