Palangka Raya – Javanewsonline.co.id | Bertepatan dengan dua tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin disambut aksi demonstrasi mahasiswa. Aksi ini digelar di sekitaran Tugu Soekarno dan didepan DPR Provinsi Kalimantan Tengah (21/10).

Adapun yang tergabung dalam aksi tersebut yaitu, BEM UPR, BEM STIMIK, BEM PGRI, BEM ekonomi UPR, BEM hukum UPR, Dema IAIN, BEM Teknik UPR dan lain-lain. Beny Siregar mengatakan, aksi ini diberi nama Seruan Aksi Duta Jagal (Dua Tahun Jokowi-Amien Gagal). Ini merefleksikan dua tahun kinerja Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf  Amin.

Aksi massa dari BEM UPR dan BEM STIMIK, BEM PGRI, BEM IAN, BEM Ekonomi, BEM Hukum, BEM Teknik, menilai bahwa dua tahun kepemimpinan Jokowi-Maruf gagal menunaikan janji-janji politiknya kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Aliansi Mahasiswa BEM UPR membawa beberapa tuntutan, di antaranya meminta pemerintah mewujudkan supremasi hukum dan HAM yang berkeadilan, tidak tebang pilih dan tuntaskan HAM masa lalu.

Mewujudkan kebebasan Sipil seluas-luasnya, sesuai amanat konstitusi dan menjamin keamanan setiap orang atas hak berpendapat dan dalam mengemukakan pendapat, serta beberapa lainnya.

Badan eksekutif Universitas Palangka Raya Beny Siregar juga menuntut, terkait hukum adat bagaimana pemerintah hadir dan menjamin perlindungan dan pengakuan seperti peraturan yang sudah ada, terkait masalah hukum adat, karena diketahui bahwa Kalimantan Tengah dalam beberapa waktu lalu mengalami yang berkaitan dengan masalah hukum adat.

Aliansi Mahasiswa Palangka Raya menuntut peresiden Joko Widodo untuk melaksanakan Reforma Agraria sejati sebagai mana di rancanakan pada periode pertama lalu. Selesai melakukan aksi damai dan berorasi, kordinator lapangan dan juga sebagai Presiden Universitas Palangka Raya Beny Siregar dan beberapa mahasiswa lainnya membubarkan diri dengan tertib. (Suparto) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.