Palangka Raya – Javanewsonline.co.id | Berdasarkan Pantauan di lapangan, masa berdatangan dari jam 7.00 Wib menuju Mapolda Kalimantan Tengah menggunakan roda dua dan roda empat. Sebelum melakukan orasi, pendemo (TBBR) melaksanakan ritual adat di depan pintu gerbang Mapolda Kalteng.

Wakil Ketua Tario Borneo (TBBR) DPW Kalteng Kimang Damai dalam orasinya menyampaikan tuntutan massa demo, bahwa kedatangan Pasukan Merah TBBR ke Polda Kalteng dalam rangka menanyakan tindak lanjut dari laporan pengaduan terhadap terlapor yang diduga telah melakukan penghinaan ataupun pencemaran nama baik terhadap Organisasi mereka.

Para pendemo meminta Kapolda Kalteng Irjen Dedi Prasetyo sebagai negosiator untuk hadir menemui mereka. Wakil Ketua TBBR DPW Kalteng Kimang Damai Massa menuntut dalam aksinya agar orang yang di duga melecehkan atau mencemarkan nama baik organisasi Tario Borneo (TBBR) melalui media sosial agar segera diamankan dan meminta maaf.

Berdasarkan pantauan Media Javanewsonline.co.id, mediasi dengan terlapor telah dilakukan, sehingga beberapa saat kemudian terlapor mendatangi ke Mapolda Kalteng. “Di depan massa aksi Tario Borneo (TBBR), terlapor Andreas Junaedy menjelaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menyinggung siapapun dan kalaupun ada yang merasa tersinggung, ia meminta maaf.

Permintaan maaf itu kemudian diterima, sehingga terjalin perdamaian kedua belah pihak. Setelah sekira tujuh jam melakukan aksi damai dengan menyampaikan orasi-orasi tuntutan. Pasukan Merah Tario Borneo (TBBR) yang berjumlah sekira 500 orang membubarkan diri dengan tertib. (Suparto)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.