Oleh: Devika
“Pendidikan di Lamongan terus melanjutkan penerapan kurikulum merdeka belajar. Sesuai ajaran Ki Hajar Dewantara, pendidikan memusatkan pada murid agar menjadi aktif dan mandiri,” ungkap Bupati Yuhronur Efendi.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Lamongan bukan sekadar seremoni, namun momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam menciptakan pendidikan berkualitas. Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menegaskan komitmen Lamongan dalam menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar, mengikuti arahan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim.
“Pendidikan di Lamongan terus melanjutkan penerapan kurikulum merdeka belajar. Sesuai ajaran Ki Hajar Dewantara, pendidikan memusatkan pada murid agar menjadi aktif dan mandiri,” ungkap Bupati Yuhronur Efendi.
Dukungan konkret terhadap pendidikan di Lamongan tercermin melalui penyaluran Beasiswa Pendidikan Terintegrasi dan Gratis (Perintis). Beasiswa ini bertujuan untuk menyediakan akses pendidikan yang merata di Kabupaten Lamongan. Selama tiga tahun, program Perintis telah menjangkau 18 ribu siswa. Menurut Bupati Yuhronur Efendi, pendidikan memiliki peran krusial dalam menciptakan sumber daya manusia berkualitas.
“Menghadapi Indonesia emas 2045, kita butuh sumber daya manusia yang kompetitif. Pendidikan adalah investasi kita bersama untuk menciptakan generasi berkualitas, mewujudkan pembangunan Lamongan yang lebih baik,” jelasnya.
Keberhasilan Lamongan dalam sektor pendidikan tercermin melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang setiap tahun mengalami peningkatan. Tahun 2023, IPM mencapai 75,29, menempatkannya pada kategori tinggi. Begitu pula dengan Indeks Pendidikan yang mengalami peningkatan signifikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Munif Syarif, menjelaskan keunggulan penerapan Kurikulum Merdeka Belajar di Lamongan, di antaranya adalah adanya assessment awal untuk menilai kemampuan siswa. Hal ini memungkinkan pengajar untuk memberikan bimbingan sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.
“Assessment awal memetakan kemampuan siswa yang beragam, sehingga semua siswa mendapatkan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan mereka,” terangnya.
Peringatan Hardiknas di Lamongan tidak hanya diwarnai dengan upacara, tetapi juga beragam lomba untuk siswa dari berbagai tingkatan pendidikan. Lomba tersebut mencakup kategori akademik dan non-akademik. Para pemenang lomba tersebut mendapatkan penghargaan langsung dari Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, menandai komitmen Lamongan dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas.

