Madiun – Javanewsonline.co.id | Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Kelas 1 Madiun Hero Sulistyono menegaskan bahwa narkoba yang diamankan oleh Polsek Cerme Gresik bukan berasal dari warga binaan Lapas Kelas 1 Madiun. Kamis (14/9)
Hero mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polsek Cerme untuk mengklarifikasi informasi tersebut. Hasilnya, tidak ditemukan warga binaan Lapas Kelas 1 Madiun yang terlibat dalam peredaran narkoba.
“Kami datang ke Polsek Cerme untuk berkoordinasi bahwa narapidana tersebut tidak ada di Lapas Madiun, nama tersebut tidak ditemukan,” ujar Hero kepada wartawan, Kamis (14/9).
Hero mengapresiasi jajaran Polsek Cerme yang turut serta mendukung pemerintah untuk memberantas narkoba. Ia berharap, informasi yang beredar tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Sebelumnya, Polsek Cerme mengamankan dua tersangka berinisial S dan KAW karena kedapatan memiliki narkoba jenis sabu-sabu. Kedua tersangka mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari temannya yang berada di Lapas Kelas 1 Madiun.
Namun, setelah diselidiki, informasi tersebut tidak terbukti. Kedua tersangka mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang yang tidak dikenal.
Kapolsek Cerme Iptu Andik Asworo mengatakan, pihaknya akan terus mendalami kasus tersebut. Jika terbukti ada warga binaan Lapas Kelas 1 Madiun yang terlibat, pihaknya akan menindaklanjutinya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. (YW)

