Ogan Ilir – Javanewsonline.co.id | Kondisi jembatan penghubung Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu (OKU), dan Kota Prabumulih semakin mengkhawatirkan. Kerusakan struktur yang kian parah serta insiden kendaraan berat yang terperosok membuat masyarakat mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan segera turun tangan memperbaiki fasilitas vital tersebut.

Jembatan yang berada di perbatasan Payaraman Barat dan Desa Tebedak I itu menjadi jalur utama bagi ribuan warga. Kerusakan yang terus berlanjut dikhawatirkan dapat memutus arus distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Ketua DPD Generasi Muda Peduli Tanah Air (Gempita), Budi Rizkiyanto, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi jembatan yang tetap dilalui kendaraan bertonase besar, meski kondisi struktur dinilai tidak lagi layak.
“Kondisi jembatan sudah sangat mengkhawatirkan. Pemerintah provinsi perlu segera mengambil langkah agar tidak terjadi hal yang membahayakan keselamatan warga,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tebedak I, Zuhriyadi, kembali meminta perhatian pemerintah provinsi terhadap kondisi jembatan tersebut. Menurut dia, kerusakan yang berulang menunjukkan perlunya penanganan menyeluruh dan permanen.
“Jembatan ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Jika putus, dampaknya akan sangat besar bagi aktivitas warga,” kata Zuhriyadi, Senin (1/12/2025).
Sebelumnya, sebuah truk bermuatan paku bumi dilaporkan terperosok pada 8 Desember 2025, memperburuk kondisi jembatan. Warga pun terpaksa melakukan pengaturan lalu lintas secara swadaya untuk mencegah kemacetan dan risiko kecelakaan.
Warga menilai kemacetan, kerusakan berulang, serta potensi bahaya bagi kendaraan dan pengguna jalan menunjukkan perlunya intervensi segera dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Budi menegaskan bahwa masyarakat berharap pemerintah memberikan perhatian serius terhadap keselamatan pengguna jembatan. Ia menyebutkan warga tidak ingin menunggu hingga terjadi insiden fatal yang mengorbankan nyawa.
Dengan terus memburuknya kondisi jembatan, warga meminta pemerintah provinsi segera melakukan pemeriksaan struktur dan percepatan perbaikan agar akses vital tersebut kembali aman dilalui. (DW)

