KARAWANG, JavaNewsonline.co.id — Antusiasme masyarakat Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, dalam memperingati Milangkala Desa Wadas ke-43 Tahun 2026 begitu luar biasa. Perayaan tahun ini semakin semarak dengan digelarnya Festival Kirab Budaya Sangabuana, yang berlangsung di seputaran Desa Wadas, Sabtu (29/8/2026) malam.

Mengusung tema “Rempug Jukung Sauyunan”, kegiatan tersebut diikuti oleh 12 Rukun Warga (RW) yang ada di Desa Wadas. Ribuan warga tampak antusias menyaksikan sekaligus mengikuti rangkaian kegiatan yang menampilkan beragam kekayaan seni dan budaya masyarakat setempat.

Peserta Kirab Budaya Sangabuana Milangkala Desa Wadas Ke- 43

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Wadas H. Junaedi, Camat Telukjambe Timur Ade Setiawan, jajaran Babinsa Koramil 0411/Telukjambe Timur, Kapolsek Telukjambe Timur, para tamu undangan, tokoh masyarakat, serta warga Desa Wadas.

Rangkaian acara diawali dengan Kirab Budaya Sangabuana. Dalam kirab tersebut, H. Junaedi selaku Kepala Desa Wadas tampil mengenakan pakaian adat Sunda sambil menunggang kuda. Sementara itu, Hj. Ai Komara Junaedi diarak menggunakan tandu.

Kirab kemudian dilanjutkan dengan arak-arakan budaya dari berbagai wilayah di Desa Wadas. Berbagai penampilan dan kreasi masyarakat menjadi bagian dari perayaan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi momentum untuk melestarikan budaya serta mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Selain kirab budaya, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Nyawang Wulan, yakni malam perenungan dan apresiasi seni di bawah sinar bulan. Kemudian dilanjutkan dengan Ngabungbang, yang menjadi simbol kebersamaan masyarakat Desa Wadas pada malam hari.

Suasana semakin meriah ketika memasuki sesi penilaian peserta Kirab Budaya Sangabuana. Setelah melalui penilaian panitia, akhirnya ditetapkan tiga RW sebagai juara terbaik.

Juara pertama diraih RW 10 dengan hadiah uang pembinaan sebesar Rp7 juta. Juara kedua diraih RW 05 dengan hadiah Rp6 juta, sedangkan juara ketiga diraih RW 03 dengan hadiah sebesar Rp5 juta.

H. Junaedi Apresiasi Kekompakan Warga

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Wadas H. Junaedi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Wadas yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Festival Kirab Budaya Sangabuana dalam rangka Milangkala Desa Wadas ke-43.

“Saya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat Desa Wadas yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan Kirab Budaya Sangabuana Milangkala Desa Wadas yang ke-43 ini,” tuturnya.

H. Junaedi juga menjelaskan secara singkat sejarah berdirinya Desa Wadas. Menurutnya, Desa Wadas merupakan hasil pemekaran dari desa induk, yakni Desa Margakaya, pada tahun 1983.

Pada saat itu, wilayah tersebut dimekarkan menjadi beberapa desa, yaitu Desa Margakaya, Desa Margamulya, Desa Karang Ligar, dan Desa Wadas yang wilayahnya berada di Kecamatan Telukjambe Timur dan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang.

Dalam kesempatan itu, H. Junaedi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat selama dirinya menjalankan amanah sebagai Kepala Desa Wadas selama 20 tahun atau tiga periode.

“Selama 20 tahun dan tiga periode saya menjabat, tentunya masih banyak kekurangan dan kesalahan. Untuk itu, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ucapnya.

Pesan Jelang Pilkades

Menjelang pelaksanaan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), H. Junaedi mengajak seluruh masyarakat Desa Wadas untuk tetap menjaga kondusivitas, keamanan, dan kenyamanan lingkungan.

Ia berharap perbedaan pilihan dalam Pilkades nantinya tidak menjadi alasan bagi masyarakat untuk terpecah. Menurutnya, siapapun yang terpilih harus mendapatkan dukungan bersama demi kemajuan Desa Wadas.

“Siapapun yang terpilih di Pilkades nanti, yang penting adalah bagaimana kita bersama-sama membangun Desa Wadas agar lebih maju,” pesannya.

Perayaan Milangkala Desa Wadas ke-43 melalui Festival Kirab Budaya Sangabuana pun menjadi bukti kuat bahwa semangat gotong royong, kecintaan terhadap budaya lokal, serta kebersamaan masih tumbuh dan terjaga di tengah masyarakat Desa Wadas.