Bogor – Javanewsonline.co.id | Terealisasinya program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) disambut gembira oleh masyarakat pedesaan. Program tersebut di prakarsai oleh Bupati Bogor Hj Ade Munawaroh Yasin.

Bupati Bogor lebih fokus pada pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan Jalan Beton dan Jembatan, Drainase, MCK dan Tower.

Tujuan utama program yang di perjuangkan dari tahun 2019 dan baru terealisasi pada tahun 2021 ini adalah, untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat pedesaan.

Salah satu desa yang mendapat perhatian pembangunan infrastruktur betonisasi jalan dari program Samisade ini adalah Kampung Cikaramat RW 04 Desa Ciasihan Kec Pamijahan Kabupaten Bogor.

Dari pantauan awak media di lapangan, pada Selasa (11/8), hasil kegiatan betonisasi terlihat kasar dan banyak retakan, terjadi di tengah badan jalan dan tak beraturan.

Salah seorang warga Kampung Cikaramat RT 04 RW 05 yang enggan disebutkan namanya, saat dikonfirmasi awak media di lokasi mengatakan, bahwa hasilnya memang terlihat kurang baik, dikarenakan banyak retakan.

“Setahu saya, untuk plastik cor hanya sedikit yang digunakan, untuk bekisting juga dari seng dan tidak ada pemadatan,” ungkapnya.

Warga lain dari kampung yang sama juga mengatakan,  Aang sebagai Tim Pengelola Kegiatan (TPK) pada pembangunan ini adalah suami dari Kepala desa, tapi hasilnya tidak memuaskan.

Awak media mencoba konfirmasi ke dinas terkait untuk menyampaikan keluhan warga atas hasil pekerjaan yang dilihatnya, yakni ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kab Bogor.

Saat ditemui diruangannya, pada Jum’at (13/8), Agus selaku Sekretaris DPMD mengucapkan terima kasih, karena mendapat masukan yang bagus dan akan segera mengevaluasinya.

“Kami akan segera mengevaluasi dan konfirmasi ke desa terkait, untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Aang sebagai TPK pada kegiatan tersebut, saat di konfirmasi awak media via WhatsApp (WA), terkait masalah tersebut tidak merespon, begitu pula ketika di telepon tidak diangkat.

Menurut warga, penggunaan plastik cor dalam kegiatan betonisasi sangat diharuskan, fungsinya air cor an tersebut agar tidak keluar dan merembes ketanah, yang akan mempengaruhi kelembaban tanah dan mengurangi mutu beton yang tergelar.

Begitu juga halnya dengan bekisting yang baik, fungsinya agar betonisasi yang tergelar terlihat rapi, seperti yang diharapkan, bukan seperti jalan ular.

“Pembangunan yang seharusnya mendapat hasil yang lebih baik, karena dikerjakan oleh pihak desa dan warga setempat, pada kenyataannya hasil yang dikerjakannya terlihat buruk,” ungkapnya.

Hal ini sangat di sayangkan, mengingat tujuan mulia Bupati dalam program ini, adalah untuk mensejahterakan masyarakat desa tersebut. Hingga berita ini ditayangkan, awak media masih terus melakukan verifikasi lebih lanjut. (Sutan) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.