Parepare – Javanewsonline.co.id | Dalam waktu dekat, pembukaan Museum Presiden RI ketiga BJ Habibie (Almarhum) akan digelar, perpindahan inventaris barang-barang milik BJ Habibie sudah mulai dilakukan.
Tenaga Ahli Museum BJ Habibie, Rubijanto dan Cooswika Dharmamistanto, resmi menyerahkan tanda kehormatan dari Sekretariat Negara RI kepada Walikota Parepare, Dr Taufan Pawe SH MH. Penyerahan ini digelar di kantor Walikota Parepare Sulsel, Rabu (8/9).
Puluhan tanda kehormatan RI milik BJ Habibie (Almarhum) yang diserahkan antara lain, Bintang Republik Indonesia Adipurna, Bintang Republik Indonesia Adipradana, Bintang Mahaputera Adipurna, Bintang Mahaputera Adiprada dan Bintang Jasa Utama.
Selain itu, ada Bintang Budaya Parama Dharma, Bintang Yudha Dharma Utama, Bintang Kartika Eka Packi Utama, Bintang Jalasena Utama, Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama, serta Bintang Bhayangkara Utama.
Tak hanya 11 Tanda Kehormatan RI, orang terdekat BJ Habibie itu juga turut menyerahkan arsip foto-foto saat BJ Habibie sebelum dan saat menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia ke 3, diantaranya yaitu dokumentasi serah terima jabatan Presiden ke 2 Soeharto kepada Wakil Presiden (Wapres) BJ Habibie di Istana Negara, 21 Mei 1998 silam.
Saat itu, Presiden Soeharto bersama Wapres Try Sutrisno dan Menneg Ristek/Ka BPPT BJ Habibie meresmikan peluncuran perdana pesawatnya N-250 produksi PT IPTN Bandung, pada tanggal 10 November 1994.
Wali Kota Parapere, Taufan Pawe mengaku terharu dan bangga, saat menerima Tanda Kehormatan RI milik BJ Habibie. Dirinya berharap, museum Bapak Teknologi Indonesia itu nantinya dapat menggambarkan perjalanan awal sejarah BJ Habibie yang bisa dipahami dan menjadi pelajaran bagi masyarakat.
“Bapak-bapak (Tenaga Ahli Museum) sebagai orang terdekat BJ Habibie dan Ilham Habibie untuk terus membimbing kami, agar Museum BJ Habibie ini dapat dikelola secara profesional. Pesan almarhum (BJ Habibie) pada waktu itu, mengatakan, Taufan harus dibuat dirumah tempat saya dilahirkan,” kata Taufan Pawe.
Ketua DPD I Golkar Sulsel ini meminta kepada seluruh pihak, untuk mengoptimalkan Museum BJ Habibie. Mengingat museum tersebut dihadirkan karena kehendak pria yang memiliki nama lengkap Bacharuddin Jusuf Habibie ini. Taufan Pawe juga akan mengeluarkan surat keputusan cakar budaya untuk Museum BJ Habibie agar terjaga dengan baik.
“Pak Habibie mengatakan, saya mau keinginan Taufan bisa terwujud. Satu-satunya museum ditempat kelahiran saya. Kalau pun ada museum saya yang lain, nilainya pasti beda. Karena di Parepare tempat kelahiran saya, tumpah darah saya,” kata Taufan Pawe mengenang percakapan BJ Habibie.
Sementara, Tenaga Ahli Museum BJ Habibie, Cooswika Dharmamistanto mengatakan, Ilham Akbar Habibie menginginkan museum ini tidak hanya tempat menyimpan benda-benda milik BJ Habibie. Tetapi harus menjadi tempat inspirasi bagi generasi muda untuk bisa melahirkan generasi yang bisa mengikuti jejak BJ Habibie dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Tentunya ini bisa diwujudkan tidak hanya memajang benda-benda memori beliau, tetapi harus ada tempat untuk melakukan kegiatan bersifat ilmu pengetahuan dan teknologi,” katanya.
Dirinya menambahkan, Ilham Akbar Habibie mendukung penuh keinginan Walikota Parepare Taufan Pawe untuk mensukseskan Museum BJ Habibie. Bahkan, Ilham menginginkan salah satu koleksi kendaraan dinas BJ Habibie terpajang di Museum BJ Habibie di Kota Parepare. “Pada prinsipnya, keluarga besar BJ Habibie mendukung penuh pembangunan museum ini dan membutuhkan waktu untuk mengumpulkan dan memindahkan barang-barang milik almarhum, namun semuanya harus berproses,” pungkasnya. (Idrus)

