KARIMUN – Javanewsonline.co.id | Sebuah tongkang pengangkut batu granit asal Malaysia dengan tujuan Singapura terpaksa dikandaskan di perairan Karimun, Kepulauan Riau, setelah mengalami kebocoran saat berlayar. Tongkang bernama Comford Shipping 272 yang ditarik tugboat Bina Marine 31 itu membawa sekitar 4.400 metrik ton batu granit berukuran 20 milimeter.

KSOP dan pihak agen kapal di kantor
KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun, Senin 17 November 2025
Insiden terjadi pada Kamis (13/11/2025) ketika tongkang melintas di perairan depan Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun. Kebocoran membuat nakhoda memutuskan menghentikan pelayaran karena tongkang berisiko tenggelam apabila tetap melanjutkan perjalanan menuju Singapura.
Kepala Bidang Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli (KBPP) KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun, Sunaryanto, membenarkan kejadian tersebut. Saat ditemui di kantornya, Senin (17/11/2025), ia menyampaikan bahwa agen kapal telah menghubungi KSOP untuk penanganan darurat.
“Agennya sudah menghubungi kami. Saat ini mereka sedang mengurus izin pembongkaran muatan ke tongkang lain agar tongkang yang bocor bisa diperbaiki,” ujar Sunaryanto.

dikonfirmasi, Senin (17/11/2025) pagi
Menurut dia, tim KSOP juga telah melakukan inspeksi lokasi untuk memastikan tidak ada gangguan terhadap alur pelayaran maupun risiko pencemaran. “Kami sudah melakukan sidak ke tongkang tersebut. Kami menunggu kedatangan pihak agen yang hari ini dijadwalkan mengurus izin pembongkaran muatan dan perbaikan,” katanya.
Dari pihak agen pelayaran PT Putra Samudra Inti Cabang Karimun, Raja Silalahi menjelaskan bahwa tongkang berangkat dari Batu Pahat, Malaysia, menuju Singapura. Kebocoran terjadi setelah satu hari perjalanan akibat hembusan angin dan gelombang kuat.
“Kaptén kapal melaporkan kepada owner bahwa jika pelayaran diteruskan, tongkang kemungkinan besar akan tenggelam. Karena itu mereka meminta kami mencarikan titik koordinat terdekat yang aman di perairan Pongkar,” ujar Raja.
Ia menambahkan telah meminta bantuan warga setempat untuk menemukan lokasi pengandasan yang tidak mengganggu jalur pelayaran maupun aktivitas nelayan. Setelah titik ditentukan, tongkang berhasil dikandaskan dengan aman.
“Saat ini kami sedang mengurus izin perbaikan dan persiapan memindahkan muatan batu ke tongkang lain yang sudah disiapkan. Setelah perbaikan selesai, muatan akan dimuat kembali dan kapal melanjutkan perjalanan ke Singapura,” tutur Raja.
Hingga Senin sore, proses perizinan masih berlangsung dan KSOP memastikan pemantauan tetap dilakukan untuk mencegah terjadinya dampak lingkungan maupun gangguan bagi kapal lain yang melintas. (Hn)

