Takalar – Javanewsonline.co.id | Dalam kesejukan pagi yang cerah, cahaya mentari menyinari peristiwa penting di Kabupaten Takalar. PJ Ketua TP PKK, Sri Astuti Thamrin Setiawan, seorang ilmuwan berprestasi dengan deretan gelar S Si M Stat dan PhD, menghadiri sebuah acara sosialisasi yang bertujuan untuk mengubah cara masyarakat dalam memandang sampah. Tanggal 3 November 2023 menjadi saksi perjalanan menuju kesadaran baru.

Tiga kecamatan, Galesong Selatan, Galesong, dan Galesong Utara, menjadi panggung utama di mana perubahan akan dimulai. Peserta yang hadir adalah Anggota PKK Kabupaten Takalar, Anggota PKK kecamatan, serta masyarakat desa yang memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah. Mereka semua berkumpul dengan satu tekad, yakni mengubah sampah menjadi sumber penghasilan yang berarti.
Dalam kata-kata hangatnya, Sri Astuti Thamrin Setiawan berbagi harapannya kepada semua yang hadir. Dengan latar belakang pendidikan dan pengalamannya yang luas, ia meyakinkan hadirin bahwa melalui sosialisasi ini, pengelolaan sampah dapat menjadi lebih efektif dan menguntungkan. Ia mengatakan, “Harapan saya dengan adanya sosialisasi ini Pengentahuan tentang pengelolaan sampah bisa kita kembangkan, dan perlu kita ketahui pengelolaan sampah yang baik memiliki potensi untuk menghasilkan pendapatan, misalnya dengan mengubah sampah menjadi pupuk atau barang lain yang bermanfaat.”
Tujuan yang lebih besar juga disuarakan dalam suasana yang penuh semangat. PJ Ketua TP PKK Kabupaten Takalar mengungkapkan, “Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik, acara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten Takalar.”
Dalam acara ini, ilmu dan panduan berharga disampaikan oleh Dr. Marhamah Nadir, seorang pemateri dari fakultas Peternakan Unhas. Ia memberikan wawasan yang tak ternilai tentang pengelolaan sampah yang berkelanjutan, membawa cahaya baru bagi peserta untuk memahami bagaimana mengubah polusi menjadi potensi.
Sosialisasi ini adalah perjalanan tiga hari penuh, merangkul seluruh kecamatan di Kabupaten Takalar. Dalam langkah-langkah yang disatukan oleh keinginan untuk sebuah lingkungan yang lebih baik, bersih, dan berkelanjutan, mereka bersama-sama mengubah takdir sampah menjadi aset berharga. Semoga langkah awal ini akan membawa Kabupaten Takalar ke masa depan yang lebih terang dan berkelanjutan. (Mansyur Jahaba /Humas Kominfo)

