Makassar – Javanewsonline.co.id | Kritik pedas terhadap pungutan sewa lapak dari pedagang kecil oleh panitia HUT PT Semen Tonasa ke-55 semakin menguat, kali ini datang dari seorang politisi muda Partai Demokrat Kabupaten Pangkep, Sukmaparamita, Spd, yang juga merupakan calon anggota legislatif DPRD Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2024 mendatang.
Ia mengungkapkan bahwa cerita tentang pungutan oleh panitia HUT PT Semen Tonasa bukanlah isapan jempol semata. Sebaliknya, panitia HUT terkesan tidak simpatik terhadap para pedagang kecil yang tidak mampu membayar sewa lapak, sehingga mereka diminta untuk keluar dan tidak berjualan.

“Kok sepertinya terkesan kurang humanis yah… kesan PT Semen Tonasa sudah jauh berbeda dengan keberadaan direksi-direksi yang lalu selalu berusaha dekat dengan masyarakat. Justru momentum HUT ini, Direksi PT Semen Tonasa bisa berbagi. Kok perusahaan BUMN melalui panitia HUT meminta uang kepada pedagang kecil hanya untuk sewa lapak, berapa tonji itu kamase…,” tegas Sukma.
Kader Partai Demokrat ini mengharapkan agar Direksi PT Semen Tonasa memberikan penjelasan terbuka kepada publik mengenai tujuan dari pungutan sewa lapak tersebut. “Sebagai perusahaan BUMN, transparansi adalah kunci, dan publik berhak mengetahui tujuan dari anggaran semacam ini. Jangan sembarangan melakukan pungutan, terutama kepada pedagang kecil,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Semen Indonesia, Donny Arsal, menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan monitoring dan pengecekan internal terkait insiden ini yang telah menarik perhatian masyarakat Sulawesi Selatan.
Humas PT Semen Tonasa, Ilyah HM, menyebut bahwa mereka akan memberikan klarifikasi mengenai masalah ini setelah berbicara dengan Ketua Panitia HUT, Pak Rifki. (Jufri)

