Takalar (Sulsel) – Javanewsonline.co.id | Wakil Kepala SMP Negeri 1 Galesong Utara Drs Nasaruddin MHum, melalui guru kelas Rosmiati pada Rabu (8/9) menjelaskan kepada media, terkait Sekolah Tatap Muka yang sudah berlangsung selama satu minggu, sebanyak 30 persen siswa dari keseluruhan siswa mengikuti pembelajaran tatap muka setiap hari di SMP Negeri 1 Galesong Utara.
Sekolah Tatap Muka dimulai setelah Tim Publik Safety Centre (PSC) 129 Satgas Covid-19 beserta instansi terkait memverifikasi beberapa sekolah di Kabupaten Takalar. Ia menjelaskan, untuk sekolah lainnya tersisa 30 sekolah yang masih dalam tahap verifikasi pengajuan.
Aturan yang ditetapkan untuk masing-masing sekolah yaitu sarana dan prasarana, salah satunya menyiapkan tempat cuci tangan didepan kelas masing-masing,
“Terkait pembelajaran dalam kelas, sesuai edaran, untuk satu kelas maksimal 18 siswa. Sehingga, jika melebihi dari 18 orang, kita bagi jadi dua Shift. Untuk pembelajaran maksimal dua jam,” ucapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kab Takalar menambahkan, alasan Pemerintah Kabupaten Takalar melaksanakan PTM sangat ketat, karena ingin melihat anak-anak dirumah tidak jenuh. Selama dibukanya PTM terbatas, Dinas Pendidikan akan terus mengontrol, sehingga tidak terjadi peningkatan kasus Covid 19 ketika terlaksananya sekolah tatap muka.
“Mudah-mudahan kedepan tidak terjadi apa-apa, kita di Kabupaten Takalar selalu menjaga anak-anak disekolah. Tim juga akan turun mengecek seperti apa pelaksanaan PTM terbatas itu,” pungkasnya. (Syarifuddin)

