Bangkalan — Javanewsonline.co.id | Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, menghadirkan inovasi pelayanan bertajuk “Sascia Gotik” (Satu Jam Sigap Cepat Gerak Perawat Gesit) sebagai solusi atas keterbatasan tempat tidur rawat inap yang kerap menimbulkan keluhan masyarakat.

Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, Puskesmas memiliki peran penting dalam upaya promotif dan preventif di tengah masyarakat. Namun dalam praktiknya, kebutuhan layanan rawat inap di Kecamatan Arosbaya terus meningkat.
Koordinator UGD Puskesmas Arosbaya, Sandi Alfarizi, menjelaskan bahwa keterbatasan tempat tidur menjadi tantangan tersendiri. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 tentang Puskesmas, Puskesmas dengan layanan rawat inap maksimal hanya dapat menyediakan 10 tempat tidur.
“Kondisi ini kerap membuat pasien harus dirujuk ke Puskesmas lain atau rumah sakit karena ruang rawat inap sudah penuh,” ujarnya saat ditemui media, 27 Februari 2026.
Situasi tersebut sempat menjadi sorotan publik setelah muncul anggapan adanya penolakan pasien akibat keterbatasan ruang rawat. Untuk merespons hal itu, Kepala Puskesmas Arosbaya, dr. Anita Oktavia, M.Si., bersama tim UGD menggagas inovasi Sascia Gotik.
Melalui program ini, pasien dengan kategori triase kuning atau merah yang membutuhkan rawat inap namun tidak dapat difasilitasi karena ruang penuh, tetap mendapatkan tindakan keperawatan sementara dengan waktu respons maksimal satu jam. Setelah kondisi pasien stabil, selanjutnya dilakukan rujukan horizontal ke fasilitas kesehatan setara atau rujukan vertikal ke rumah sakit.
“Inovasi ini merupakan bentuk pengabdian kami dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga Arosbaya dan sekitarnya, meski dengan keterbatasan fasilitas. Ini juga bentuk dukungan terhadap program prioritas kesehatan Bupati Bangkalan,” kata dr. Anita.
Sandi menambahkan, inovasi tersebut dirancang lengkap dengan standar operasional prosedur (SOP) dan alur pelayanan yang jelas, sehingga dapat mengurangi potensi konflik atau komplain dari keluarga pasien saat kapasitas layanan penuh.
Menurutnya, program ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk legislatif terkait regulasi kapasitas tempat tidur, serta Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Kesehatan dalam mendukung mekanisme rujukan horizontal.
Dengan adanya Sascia Gotik, Puskesmas Arosbaya diharapkan mampu tetap memberikan pelayanan cepat dan responsif, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat di tengah keterbatasan sarana yang ada. (Wahid)

