Bangkalan – Javanewsonline.co.id | UOBK RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan terus melakukan inovasi pelayanan kesehatan melalui implementasi RESCCU (Referral Emergency Syamrabu Call Center Unit) di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Inovasi tersebut dinilai mampu meningkatkan kecepatan komunikasi layanan rujukan sekaligus meningkatkan kepuasan fasilitas kesehatan perujuk.

Sebagai rumah sakit tipe B pendidikan milik Pemerintah Kabupaten Bangkalan, RSUD Syamrabu selama ini menjadi salah satu pusat rujukan utama bagi masyarakat Madura dan sekitarnya. Berlokasi di Jalan Pemuda Kaffa Nomor 9 Bangkalan, rumah sakit ini terus memperkuat sistem pelayanan kegawatdaruratan yang cepat, tepat, dan terintegrasi.

Implementasi RESCCU dilakukan sebagai solusi atas kendala komunikasi rujukan yang sebelumnya masih dilakukan secara manual melalui sambungan telepon maupun pesan singkat. Kondisi tersebut kerap menyebabkan keterlambatan konfirmasi terkait ketersediaan tempat tidur, alat medis, hingga kesiapan tenaga kesehatan di IGD.

Melalui sistem satu pintu berbasis call center, fasilitas kesehatan pengirim seperti puskesmas maupun rumah sakit mitra kini dapat memperoleh kepastian layanan rujukan dalam waktu kurang dari lima hingga 10 menit sejak permintaan masuk.

Direktur RSUD Syamrabu menyebutkan, inovasi tersebut memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi pelayanan di IGD. Tim medis dapat menerima informasi kondisi pasien lebih awal sebelum pasien tiba di rumah sakit sehingga persiapan penanganan medis dapat dilakukan lebih cepat.

Selain itu, koordinasi antar fasilitas kesehatan yang sebelumnya memerlukan proses panjang kini menjadi lebih singkat dan terdokumentasi dengan baik. Sistem RESCCU juga menghadirkan transparansi pelayanan karena fasilitas kesehatan pengirim dapat mengetahui informasi ketersediaan tempat tidur, dokter spesialis, dan sarana penunjang secara real-time.

“Penurunan komplain terkait penolakan rujukan tanpa alasan yang jelas menjadi salah satu indikator keberhasilan implementasi sistem ini,” ujarnya.

Inovasi RESCCU dinilai sangat membantu penanganan kasus kegawatdaruratan seperti serangan jantung, trauma berat, hingga maternal neonatal emergency. Dengan koordinasi yang lebih cepat, risiko keterlambatan penanganan pasien kritis dapat ditekan.

Selain mempercepat proses triase awal di IGD, sistem tersebut juga mendukung dimensi responsiveness dalam teori SERVQUAL, yakni kemampuan petugas memberikan pelayanan yang cepat dan tanggap terhadap kebutuhan pengguna layanan.

Ke depan, RSUD Syamrabu Bangkalan berencana mengembangkan integrasi RESCCU dengan platform digital rumah sakit melalui Syamrabu Mobile. Langkah itu dilakukan agar fasilitas kesehatan perujuk dapat memantau status rujukan pasien secara real-time.

Edukasi berkala kepada jejaring fasilitas kesehatan di Kabupaten Bangkalan juga akan terus dilakukan agar seluruh proses rujukan berjalan melalui sistem RESCCU secara terstandarisasi.

Dengan hadirnya RESCCU, RSUD Syamrabu berharap masyarakat tidak lagi khawatir terhadap lambatnya proses komunikasi rujukan karena sistem kini berjalan lebih cepat, transparan, dan terintegrasi demi keselamatan pasien. (Wahid)