Bangkalan — Javanewsonline.co.id | Di Dusun Moncek, Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, petani jagung H. Mansur berhasil memanen tanaman jagung miliknya menggunakan mesin Combine Harvester untuk pertama kalinya di wilayah tersebut. Kegiatan panen perdana ini melibatkan mesin Combine Harvester produksi dari Dongfeng Gatra tipe GCH102 yang mampu mempercepat proses panen jagung seluas 0,4 hektar dengan usia tanaman 110 hari.

Dalam kesempatan tersebut, H. Mansur yang telah menanam jagung di lahan seluas 3 hektar ini menyampaikan kepada awak media bahwa bertani adalah profesi utamanya. “Tanaman jagung ini saya tanam di beberapa lokasi di Arosbaya, dan panen hari ini merupakan langkah pertama kami dalam menggunakan teknologi mesin untuk meningkatkan hasil pertanian,” ujar H. Mansur.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat terkait, di antaranya Kasubag Protokol Pemkab Bangkalan, Dinas Pertanian, penyuluh pertanian, Muspika Kecamatan Arosbaya, serta kelompok tani dan masyarakat yang turut menyaksikan proses panen. Keberadaan mesin Combine Harvester yang digunakan dalam panen ini diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat proses panen jagung, serta meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Bangkalan.
Perwakilan dari Gatra, Hendrik, yang turut serta dalam kegiatan panen, mengungkapkan terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari masyarakat setempat. “Kami berharap teknologi mesin ini dapat membantu para petani dalam meningkatkan hasil pertanian mereka. Ke depan, kami siap bekerja sama untuk memperkenalkan produk kami dan mendukung program peningkatan hasil pertanian di Kabupaten Bangkalan,” kata Hendrik.
Abu Said, perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bangkalan, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan panen perdana ini. “Ini adalah pertama kalinya di Arosbaya kami melaksanakan panen jagung menggunakan mesin Combine Harvester, dan kami sangat bangga dengan adanya petani inovatif seperti Bapak H. Mansur,” ujarnya. Abu Said juga menambahkan bahwa Dinas Pertanian akan terus mendampingi petani dan menyediakan bantuan yang diperlukan dalam rangka mendukung program kedaulatan pangan dan swasembada pangan yang telah menjadi prioritas pemerintah.
Selain itu, Abu Said menekankan pentingnya kolaborasi antara petani, pemerintah, dan TNI-Polri dalam menciptakan kesejahteraan petani. “Kami berterima kasih kepada TNI dan Polri yang selama ini telah bersinergi bersama kami dalam mendukung kesejahteraan petani,” tuturnya.
Hasil panen kali ini sangat memuaskan, dengan produktivitas mencapai 8,6 ton per hektar, sesuai dengan target yang ditetapkan. Hal ini membuktikan bahwa bertani jagung di Kabupaten Bangkalan sangat potensial dan layak untuk dikembangkan lebih lanjut di masa depan. Petani pun semakin termotivasi untuk terus mengoptimalkan hasil pertanian dengan bantuan teknologi modern yang semakin berkembang. (Wahid)

