Jember – Javanewsonline.co.id | Kepala Desa Bangsalsari melakukan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat, atau dikenal dengan sebutan PAMSIMAS, bertempat di Dusun Kalisatan Desa Bangsalsari.

Hadir dalam kegiatan uji fungsi tersebut, Kasubid Pengembangan Air Minum (PAM) Kabupaten Jember Arief Rahman Nuya, Perwakilan dari Dinas Bappeda Kasubid Permukiman dan Prasarana Wilayah ((Praswil) Kabupaten Jember Arief Dwiyantono, Kades Bangsalsari Ir H Nur Kholis dan beberapa perangkat desa,Toga,Tomas, serta Pendamping Pamsimas Provinsi Jawa Timur, Jum’at (13/8).

Sosialisasi Pamsimas III bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap air minum dan sanitasi yang berkelanjutan di wilayah desa dan pinggiran kota. Pamsimas III merupakan instrumen pelaksanaan untuk meningkatkan cakupan penduduk terhadap pelayanan air minum dan sanitasi layak air bersih untuk rakyat, serta sanitasi total berbasis masyarakat.

Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kasubid Permukiman dan Prasarana Wilayah (Praswil) Arief Dwiyantono sangat mendukung terobosan baru yang dilakukan kepala desa bersama jajarannya dan tim di lapangan. Untuk mencari solusi rawan air atau sesuai dengan nama dusunnya yaitu Kalisatan “kaline asat (Jawa), karena kita ketahui bahwa air merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan sehari hari.

Sementara itu, Kepala desa (Kades) Bangsalsari H Nur Kholis mengatakan, sebagai Pemerintah desa ia merasa sangat bersyukur dengan suksesnya program ini. “Ini masih tahapan uji fungsi dibeberapa titik keluarga pengguna manfaat (KPM). Jarak 30m dari tandon air selanjutnya ke titik terakhir sekira 350 m dari tandon air mas,” jelasnya.

Ia menambahkan, target pengguna Pamsimas ada 178 KK atau setara dengan 1000 jiwa, namun masih ada dua dusun lagi yang masih rawan air, maka sebagai kepala desa perlu melakukan pengembangan lagi. “Insya Allah di tahun 2022 kami dapat Program air bersih lagi,” ungkap Nurkholis, yang baru saja di kukuhkan sebagai Ketua AKD oleh Bupati Jember Hendy Siswanto.

Lebih jauh Nur Kholis menjelaskan, air yang ditampung di tandon ini, hasil dari pengumpulan tiga mata air yang ada di bantaran dan jarak dari tandon ke mata air itu sekira 350 M. “Di sana ada tiga mata air, kemudian kita buatkan penampungan, lalu kita tarik pompa ke tandon, kemudian dari tandon kita salurkan ke masyarakat,” terangnya.

Untuk peresmian nanti, lanjutnya, ia akan menghadirkan Bupati Jember Hendy Siswanto, sebagai bentuk keikutsertaannya dalam membangun desa dan melayani masyarakat. Sementara itu, Nurma salah satu Tim Pamsimas Provinsi Jatim, yang mewakili kabupaten Jember mengatakan, bahwa target KPM Pamsimas sebanyak 198 atau setara 1000 jiwa, akan tetapi jika debit air masih mampu untuk pengembangan, penggunanya wajib dilayani, karena ini program untuk masyarakat.

Salah satu KPM Pamsimas, sebut saja Sanitri, ia mengucapkan terima kasih, karena sebelumnya menggunakan air bersih dari sumur tetangga yang kualitas airnya kurang bagus. “Saya sebelumnya menggunakan air sumur, baik untuk konsumsi maupun mandi, dengan kedalaman kurang lebih 40 M,” ucap Sanitri, warga Kalisatan.

Menurutnya, sumur itu jika musim kemarau terkadang tidak ada airnya, sehingga ia dan warga sekitar mengambil air di kejauhan 1000 M, tepatnya di jalan raya. Lebih jauh Sanitri mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Kepala desa. “Kaso’on Pak Kades mogeh-mogeh dekbudih sobung kendala aeng nikah masyarakat ampon seneng (bahasa Madura), terima kasih Pak Kades, semoga tidak ada kendala air ini lancar, masyarakat sangat senang sekali,” ucapnya senang.

Berbeda dengan Sanijo, KPM Pamsimas kejauhan 350M, dari tandon air mengatakan bahwa sebelumnya tak terpikirkan jika ia dan masyarakat kalisatan lainnya akan mempunyai air. (Dilla)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.