Karimun — Javanewsonline.co.id | Di bawah naungan langit mendung, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengayunkan langkah mantap menuju pendopo Rumah Dinas Bupati Karimun, Kamis siang, 12 Juni 2025. Didampingi Bupati Karimun, Ing. Iskandarsyah, ia melantik sejumlah pejabat baru Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (BP Kawasan) Karimun.

Pelantikan pejabat baru di BP Kawasan Karimun oleh
Gubernur Kepri Amsar Ahmad

Momentum ini bukan sekadar seremoni pergantian pejabat. Di baliknya, mengendap harapan besar akan kebangkitan ekonomi wilayah pulau yang terletak di perbatasan negara itu. Dengan suara tegas, Ansar menyampaikan pesan bahwa orientasi kerja BP Karimun harus bergeser: dari sekadar administratif menjadi lebih produktif dan mandiri. “BP Karimun harus mampu menghasilkan pendapatan sendiri melalui proyek-proyek strategis,” ujarnya dalam sambutan.

Pelantikan ini mengacu pada Keputusan Gubernur Kepri Nomor KA/2-DK-KRM/V/2025 tertanggal 28 Mei lalu. Dalam daftar pejabat baru yang dibacakan, nama Agusnawarman muncul sebagai Kepala BP Karimun. Ia didampingi Iwan Kurniawan sebagai Wakil Kepala. Tiga posisi anggota juga ditetapkan: M. Yunus sebagai Anggota I yang membawahi Administrasi dan Umum, Hendry Aris Bawole sebagai Anggota II bidang Perizinan dan Pemasaran, serta Budi Supianto sebagai Anggota III yang mengurusi Bina Sarana dan Prasarana.

Bupati Iskandarsyah, yang berdiri mendampingi Gubernur, mengingatkan pentingnya peran lembaga ini dalam mewujudkan visi Karimun sebagai gerbang ekonomi baru di barat Kepulauan Riau. “Pelantikan ini adalah momen penting membangkitkan kembali potensi ekonomi Karimun,” katanya. Ia menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama dan memberi catatan khusus kepada pengganti mereka. Dua hal, menurut Iskandarsyah, menjadi fokus utama yang harus segera diperkuat: suplai listrik dan iklim investasi.

“Setiap tahun kebutuhan listrik Karimun bertambah sekitar 2 megawatt. Kita akan dorong PT Soma dan proyek power plant untuk menyuplai tambahan listrik itu. Tak cukup hanya mengandalkan PLN setempat, kita minta PLN pusat ikut campur tangan,” kata Bupati yang baru menjabat sejak 2024 itu.

Iskandarsyah juga menyinggung perlunya terobosan investasi, menyasar sektor industri ringan dan logistik. Menurutnya, BP Kawasan Karimun tidak bisa bekerja sendiri, tapi harus menjadi simpul yang menjembatani kepentingan daerah dengan mitra strategis baik dari dalam maupun luar negeri.

Gubernur Ansar menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur mesti tetap berjalan dengan prioritas pada konektivitas antarwilayah, perdagangan, industri, dan pariwisata. “Kita ingin agar pelabuhan dan kawasan industri di Karimun ini tidak hanya jadi simbol, tapi benar-benar hidup,” katanya.

Karimun, sebagai bagian dari kawasan perdagangan bebas di Kepri bersama Batam dan Bintan, selama ini dikenal potensial namun tak sepenuhnya optimal. Investasi kerap terbentur oleh regulasi berbelit dan minimnya dukungan infrastruktur. Dengan pelantikan jajaran baru ini, Pemerintah Provinsi berharap ada angin segar perubahan dalam birokrasi BP Kawasan.

Agusnawarman, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Perizinan di BP Batam, menyatakan akan mulai dengan evaluasi menyeluruh sistem perizinan dan promosi investasi. “Kita tidak bisa hanya menunggu investor datang, kita harus proaktif menjemput bola,” ujarnya saat ditemui usai pelantikan.

Kini, bola ada di tangan mereka. Di tengah tantangan energi, konektivitas, dan kepercayaan pasar, jajaran baru BP Kawasan Karimun memanggul beban ekspektasi: menjadikan pulau perbatasan itu tak hanya sebagai titik persinggahan, melainkan simpul ekonomi regional yang bergeliat. (Hn)