Karawang –  Javanesonline.co.id | Dalam upaya meningkatkan hasil pertanian dan mendukung program swasembada pangan di Kabupaten Karawang, Maxxi Tani melakukan uji coba penyemprotan pestisida menggunakan pesawat dron. Uji coba ini dilaksanakan pada Sabtu (21/12/2024) di lahan pertanian milik H. Junaedi, seorang sahabat tani dari Desa Wadas, Karawang Barat, dengan luas lahan mencapai 7 hektar.


Tim  Pail Of Fiser Maxxi Tani

Kolaborasi ini dilakukan bersama PT Yamari Internasional, atas permintaan H. Junaedi, yang meminta Maxxi Tani untuk melakukan uji coba penyemprotan pestisida menggunakan teknologi dron pada tanaman padinya yang berusia 10 hari. “Ini adalah penyemprotan yang kedua, dan kami menggunakan pestisida Yomari Golden Organik yang dicampur dengan insektisida dan 20 liter air. Sistem dron ini tidak hanya aman, tetapi juga lebih praktis dan hemat, dengan hasil yang maksimal,” ujar Toto, perwakilan Maxxi Tani, saat diwawancarai.


Sahabat Tani Desa Wadas .H.Junaedi

Jakaria, bagian dari tim operasional Maxxi Tani, menjelaskan bahwa penyemprotan menggunakan pesawat dron sudah dilakukan beberapa kali dan terbukti efektif dan efisien. “Sistem pengabutannya menggunakan 8 nozzle spuyer yang memungkinkan hasil semprotan lebih merata. Untuk 1 hektar lahan, hanya dibutuhkan 60 liter larutan air, dan proses penyemprotan untuk satu hektar hanya memakan waktu antara 30 hingga 45 menit, jauh lebih cepat dibandingkan dengan metode manual,” ungkap Jakaria.

Salah satu keunggulan sistem ini, lanjut Jakaria, adalah penggunaan perekat dalam setiap aplikasi. Meskipun angin kencang, pestisida tetap dapat menempel dengan baik pada tanaman, sehingga hama serangga dapat dibasmi secara efektif.

H. Junaedi, pemilik lahan yang juga merupakan sahabat tani Desa Wadas, menyambut baik uji coba ini. Menurutnya, penggunaan pesawat dron untuk penyemprotan pestisida merupakan inovasi yang sangat berguna. “Kami mencoba sistem ini sebagai percontohan. Hasilnya memuaskan—selain menghemat waktu, biaya produksi juga dapat ditekan. Biaya operasional penggunaan pesawat dron hanya sekitar Rp 500 ribu per hektar,” katanya.

Junaedi berharap teknologi ini bisa semakin banyak digunakan oleh petani lainnya untuk meningkatkan efisiensi dan hasil pertanian. “Semoga cara ini bermanfaat bagi banyak petani dan dapat diterapkan lebih luas,” pungkasnya.

Bagi sahabat tani yang tertarik mencoba sistem penyemprotan menggunakan pesawat dron, Maxxi Tani menyediakan informasi lebih lanjut melalui situs web resmi mereka. (Zaenal M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.