Angin kencang yang menerjang Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan pada September lalu, menyisakan luka yang mendalam di hati warga Pa’bundukang, Kecamatan Polongbangkeng Selatan. Salah satu bangunan yang rusak parah akibat bencana tersebut adalah kantor lurah setempat.

Kantor lurah yang terletak di Jalan Poros Makassar-Selayar itu, kini hanya tinggal puing-puing. Atap dan dindingnya sebagian besar rusak, bahkan beberapa bagiannya roboh.

Kerusakan tersebut tentu saja sangat mengganggu aktivitas pelayanan masyarakat di kantor lurah. Lurah Pa’bundukang, Jasman S Sos, mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah daerah sejak September lalu. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan dari pemerintah daerah.

Jasman mengaku kecewa dengan sikap pemerintah daerah yang dinilainya acuh terhadap musibah yang menimpa kantor lurah. Dia berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk memperbaiki kantor lurah agar pelayanan masyarakat dapat berjalan normal kembali.

“Saya sudah menyurat ke BPBD dan Dinas PUPR, tapi sampai sekarang belum ada tanggapan. Kalau memang pemerintah daerah tidak peduli, saya juga sudah masa bodoh. Yang penting saya tetap melayani masyarakat,” kata Jasman.

Kerusakan kantor lurah Pa’bundukang menjadi bukti bahwa pemerintah daerah masih belum maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah daerah seharusnya lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam hal penanganan bencana. Kerusakan kantor lurah Pa’bundukang juga menjadi simbol luka yang belum terobati di hati warga. Luka yang disebabkan oleh bencana angin kencang, dan luka yang disebabkan oleh sikap pemerintah daerah yang abai. (Muhammad Rusli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.