Takalar – Javanewsonline.co.id | Keluhan masyarakat tentang kelangkaan gas LPG 3 Kg di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, semakin terdengar. Hal ini tentu saja menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terutama para ibu rumah tangga yang membutuhkan gas LPG untuk memasak.
Seperti halnya yang dialami oleh Nurhayati, seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Polongbangkeng Selatan. Ia mengaku sudah beberapa hari ini kesulitan mendapatkan gas LPG 3 Kg. Ia harus berkeliling ke berbagai pangkalan gas, namun selalu kehabisan.

“Sudah tiga hari saya mencari gas, tapi selalu kosong. Saya harus mengantri berjam-jam, tapi tetap tidak kebagian,” kata Nurhayati dengan nada kecewa.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Andi, seorang pedagang kaki lima. Ia mengaku harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli gas LPG non subsidi. Hal ini tentu saja berdampak pada pendapatannya.
“Kalau pakai gas subsidi, saya bisa untung Rp 50.000 per hari. Tapi kalau pakai gas non subsidi, untungnya hanya Rp 20.000 per hari,” kata Andi.
Kelangkaan gas LPG 3 Kg di Kabupaten Takalar ini diduga disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain meningkatnya permintaan gas LPG di musim kemarau, dan adanya alih fungsi gas LPG 3 Kg untuk keperluan lain, seperti pertanian dan nelayan.
Penjabat Bupati Takalar, Dr Setiawan Aswad, telah meminta pihak Pertamina untuk menambah stok gas LPG 3 Kg di Kabupaten Takalar. Ia juga meminta warga untuk bersabar dan bijak menggunakan tabung gas LPG sembari menunggu tambahan kuota pasokan gas LPG dari Pertamina. (Muhammad Rusli/Kominfo)

