Oleh: Muhammad Rusli
“Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) Angkatan 75 menjalin kolaborasi erat dengan masyarakat Kelurahan Bulukunyi, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar. Dalam upaya bersama ini, mereka meluncurkan berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga dan memajukan daerah”
Di bawah langit biru yang cerah, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) Angkatan 75 telah tiba di Kelurahan Bulukunyi, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar.

Mereka datang dengan semangat membara dan visi besar untuk membawa perubahan positif di tengah masyarakat. Pada Rabu, 6 Agustus 2024, di Kantor Kelurahan Bulukunyi, mereka mengadakan seminar program kerja yang menandai awal dari kolaborasi mereka dengan masyarakat setempat.
Reza Rahman, Koordinator KKN UINAM Posko 1, membuka acara dengan menjelaskan misi utama mereka. “Kami di sini bukan hanya untuk menjalankan program semata, tetapi untuk bekerja sama dengan masyarakat Bulukunyi, membangun sinergi yang kuat untuk mencapai kemandirian,” katanya.
Tema yang mereka usung adalah “Membangun Sinergi dan Kolaborasi Bersama Masyarakat Menuju Kelurahan Berdikari,” yang mencerminkan tujuan mereka untuk memberdayakan warga dan meningkatkan kesejahteraan komunitas.
Dalam upaya mencapai tujuan ini, para mahasiswa menginisiasi berbagai kegiatan yang meliputi bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan, dan pemberdayaan ekonomi.
Mereka menyelenggarakan kelas tambahan bagi anak-anak sekolah dasar, mengadakan pelatihan mengajar mengaji untuk semua kalangan usia, dan terlibat dalam berbagai program lain yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat.
Tidak hanya itu, program mereka juga mencakup sektor pariwisata, yang disambut dengan antusias oleh Lurah Bulukunyi, Ahmad SE. Dalam sambutannya, Ahmad memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya mahasiswa KKN UINAM, terutama dalam mengembangkan potensi wisata di Saluka.
“Program pariwisata ini sejalan dengan visi pemerintah Kelurahan Bulukunyi untuk menjadikan Saluka dan Monumen Lapris sebagai destinasi wisata sejarah dan religi,” ujarnya dengan penuh semangat.
Ahmad melanjutkan, “Objek wisata sejarah religi Saluka, yang dikombinasikan dengan Monumen Lapris, telah menjadi agenda penting kami. Dengan dukungan pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata, kami berharap Kelurahan Bulukunyi akan berkembang menjadi desa wisata dan akhirnya menjadi kelurahan yang berdikari.”lanjutnya.
Dengan kolaborasi antara mahasiswa KKN UINAM dan masyarakat, visi ini tampak lebih dekat untuk diwujudkan. Program kerja yang dijalankan bukan hanya tentang pelaksanaan tugas akademik, tetapi tentang membangun hubungan yang saling menguntungkan dan menginspirasi perubahan yang berkelanjutan.
Ketika mahasiswa kembali ke kampus, mereka akan membawa pengalaman berharga ini, sementara masyarakat Bulukunyi akan terus melangkah menuju masa depan yang lebih cerah, dengan tekad dan kemandirian yang kuat.

