Pelalawan – Javanewsonline.co.id | Dengan kesibukan menjadi Wakil Rakyat, Ketua DPRD Kabupaten Pelalawan Baharuddin SH MH minggu pagi beraktivitas mencari bibit sawit buat menyisipkan kebun nya dan terlihat di Desa Sorek Dua melewati pembibitan Pemerintah Daerah dari Dinas Perkebunan yang kurang terawat.

Dinas Perkebunan Dan Peternakan Kabupaten Pelalawan menyemai bibit sawit kurang lebih 138.000 kecambah di dua tempat, yakni di belakang Rusunawa dan di Sorek Dua, dengan luas areal kurang lebih 3 Ha

Dalam sidak Pembibitan Disbun, Ketua DPRD Kabupaten Pelalawan Baharuddin SH MH, Minggu (27/08) menyampaikan bahwa pagi ini ia berada di kebun Dinas Perkebunan di Sorek Dua, ia melihat kondisi pembibitan sawitnya sangat memprihatinkan. 

“Andai tidak diselamatkan dengan biaya bernilai ratusan juta, kalau seperti ini saya pastikan tidak akan berhasil. Saya minta Pak Kadis Perkebunan supaya serius mengelola ini, bibitnya ada dan pengurus tidak ada, air pun tidak ada,” ucapnya.

Baharuddin menegaskan, bahwa bibit sawit yang sudah berumur 5 bulan, kalau tidak serius menanganinya jangan dianggarkan. Sebab, dengan menggunakan anggaran yang cukup besar, Baharuddin menyayangkan tidak ada air dan seperti ini bukanlah standar pembibitan. 

“Saya minta kepada Bapak Bupati kalau bibit ini tidak cepat diselamatkan, jangan dianggarkan dan kepada Inspektorat, Kadis Perkebunan dan Kabid Perkebunan, untuk turun langsung dan bertanggung jawab dengan kondisi pembibitan sawit di Desa Sorek Dua, karena ini duit rakyat,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Kabid Perkebunan Kabupaten Pelalawan Tengku Indra saat dijumpai di lokasi tempat penyemaian bibit sawit di Sorek Dua Kecamatan Pangkalan kuras menjelaskan, bahwa memang kendalanya air, apa lagi kondisi kemarau dan ia juga sudah melaporkannya kepada pimpinan (Kepala Dinas). Salah seorang ibu yang bekerja di penyemaian bibit sawit dan sudah bekerja selama 40 tahun dengan suara lantang menyampaikan kepada awak media bahwa ia sudah berusaha untuk mencari sumber air dari embung atau tempat penampungan biar penuh. “ini saja kita memakai kolam warga sekitar yang sudah tidak digunakan lagi,” terangnya. (Erizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.