Magetan – Javanewsonline.co.id | Pekerjaan jalan rabat cor beton di Desa Pragak, Kecamatan Parang, Magetan, tahun anggaran 2023 belum genap setahun namun sudah mengalami keretakan dan kehancuran baik secara vertikal maupun horizontal. Lokasi pekerjaan yang berada di Desa Pragak, Dukuh Jombok dan Dukuh Puhrangcang, kini kondisinya rusak parah. Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB).
Kepala Inspektorat Magetan, Ari Widyatmoko SE saat dikonfirmasi melalui WhatsApp menyatakan bahwa pihak inspektorat belum turun ke lapangan. “Kami belum turun mas, teman-teman masih mengumpulkan informasi awal dan belum melaporkan ke saya hasilnya,” kata Ari pada Rabu (10/7/2024). “Belum secara resmi mas, masih klarifikasi berita kemarin yang saya terima, kami perlu check and re-check terlebih dahulu,” tambahnya.
Masyarakat Desa Pragak pun meluapkan rasa kekesalannya kepada awak media Javanewsonline.co.id. “Nggeh mboten puas, asale nggarap niku nggeh ngoten niku, mboten sesuai aturan, suarane tiang-tiang niku rakaruan,” kata Z, salah satu warga Dukuh Jombok dengan nada kecewa saat dikonfirmasi oleh Javanewsonline.co.id pada Rabu (3/07). (Artinya: “Ya tidak puas, cara mengerjakannya seperti itu, tidak sesuai aturan, suaranya orang-orang itu tidak karuan.”)
Z juga mengaku bahwa pekerjaan tersebut dikerjakan pada akhir tahun 2023. Ia menambahkan bahwa upah pekerja tidak sesuai standar, di mana upah tukang dan kuli disamakan menjadi Rp 75.000 per hari. “Niku butuhe nyekropi mawon, wong semene niku teseh turah katah, terus dibeto teng pundi ngoten, semen turahan mriki,” ungkap Z. (Artinya: “Itu asal nyekropi saja, semennya juga masih banyak, terus dibawa entah ke mana, semen sisa pekerjaan di sini.”)
Di sisi lain, Kepala Desa Pragak, Sutrisno, saat dikonfirmasi oleh awak media, menyangkal bahwa ada anggaran pekerjaan di tahun 2023 yang berasal dari dana BKKD maupun Dana Desa (DD). “Anggaran 2023 apa ada? Puhrancang itu tahun 2024, Jombok juga tahun 2024, tahun 2023 tidak ada anggaran,” ungkap Sutrisno.
Sutrisno juga mengatakan bahwa selama masa jabatannya, desa tidak pernah menganggarkan perbaikan jalan tersebut. “Desa tidak pernah menganggarkan jalan itu, selama jadi lurah baru kali ini menganggarkan. Rencananya itu tahun 2023 tetapi pekerjaan dikerjakan tahun 2024 awal reguler, bulan Februari, tetapi tetap anggaran 2024,” jelasnya pada Rabu (3/07).
Masyarakat Desa Pragak berharap agar jalan tersebut segera diperbaiki karena jalan tersebut juga termasuk jalan antar desa. (Ren)

