Lanny Jaya – Javanewsonline.co.id | Ketua Kamar Adat Pengusaha (KAPP) Kabupaten Lanny Jaya oleh Fredi Ginia Tabuni, ST mengatakan banyak Pemuda asli Kabupaten Lanny Jaya yang ingin melakukan usaha dan ekonomi kreatif di pusat Kota Tiom namun masih kewalahan terkait lahan yang masih bersengketa dan belum terdata status kepemilikannya.
“Kami mau menguasai Kota Tiom, Kabupaten Lanny Jaya tetapi kami temukan banyak hambatan masalah tanah,” katanya melalui sambungan telepon selulernya, Selasa, (07/12).
Sebagai ketua KAPP dirinya mengajak Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati Kabupaten Lanny Jaya untuk meresmikan industri rumah tangga batu tela dan galon air minum tersebut, Ia juga meminta kepada pemerintah untuk bisa memberikan ruang bagi pemuda asli Lanny Jaya untuk menguasai ekonomi yang ada di Kabupaten khususnya Ibukota Tiom dengan status tanah yang jelas.
“Kami minta kepada Pemerintah Daerah untuk memperjelas status tanah supaya anak-anak Negeri ini layak mendapatkan tempat atau lokasi untuk layak usaha,” ucap Fredi yang juga alumni Kampus Universitas Sains dan Teknologi Jayapura itu.
Tabuni mengatakan terkait hal ini dirinya berharap kepada pemerintah untuk memperjelas persoalan tersebut karena banyak pengusaha yang tidak mendapatkan lahan sehingga mereka memilih untuk berjualan di kabupaten lain seperti Jayawijaya sementara mereka mendapat bantuan dari kabupaten Lanny Jaya baik dari pemerintah maupun Kamar Adat Pengusaha Papua.
“Kita sudah banyak, namun karena kewalahan tanah sehingga kamu harus keluar. Ini adalah satu catatan kami sampaikan kepada Bapak Bupati dan bapak Sekda Kabupaten Lanny Jaya,” katanya. (aw/pam)

