Madiun – Javanewsonline.co.id | Bupati Madiun H Ahmad Dawami hadir dan membuka Dialog Kebangsaan. Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Bakorwil Madiun, Kasubdit Sosbud Ditintelkam Polda Jatim AKBP Agus Prasetyo, Forkopimda Kabupaten Madiun, sejumlah Kepala OPD Pemkab Madiun, PCNU Kabupaten Madiun, serta FKUB Kabupaten Madiun, Sabtu (17/9)

Bupati Madiun Tengah bersama peserta dialog kebangsaan

Dialog Kebangsaan diikuti juga oleh Barikade Gus Dur yang berada di eks Karesidenan Madiun, meliputi Kabupaten/Kota Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Ngawi.

Ketua Barikade Gus Dur Hj Yenny Wahid yang hadir secara virtual mengungkapkan, jika saat ini Bangsa Indonesia mengalami tantangan disrupsi, ekologi, serta emosi.

Dirinya berharap, tantangan yang ada tersebut, mampu dikelola dengan baik oleh masyarakat, khususnya Barikade Gus Dur. Yenny juga menyebutkan jika di negara lain, kebebasan mengekpresikan agama tidak sebaik di Indonesia.

Untuk itu, dirinya mengajak agar selalu masyarakat bersyukur dan bangga memiliki ideologi Pancasila yang memberikan kemudahan kepada seluruh warganya dalam berbagai bidang, khususnya kehidupan beragama dan menjalin kerukunan umat meskipun berbeda keyakinan.

“Di Indonesia sendiri kita masih diberikan kekuatan dan kesadaran untuk tetap rukun meskipun adanya perbedaan, karena kita memiliki ideologi Pancasila,” ujar Putri Presiden Ke-4 Republik Indonesia itu.

Ia juga menambahkan, jika Nahdlatul Ulama’ yang telah menjadi salah satu penyangga bangsa dengan para tokoh dan ulama yang mengajarkan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil alamin, memiliki harapan menjadikan Indonesia pada tahun 2045 menjadi kekuatan ekonomi ke-4 di Dunia.

Sementara itu, Bupati Madiun Kaji Mbing mengatakan, jika saat ini banyak sekali masyarakat yang mudah digerakkan oleh rasa kebencian. Untuk itu, dirinya berharap besar dengan dialog kebangsaan yang dilakukan oleh Barikade Gus Dur tersebut, mampu menjadi benteng dan penggerak masyarakat yang penuh dengan kasih sayang.

“Banyak yang lupa, tentang alasan berdirinya Negara, yakni rakyat, wilayah, pemerintah yang sah dan pengakuan dari negara lain. Dan saya yakin BGD ini sebagai penggerak, penggerak masyarakat dengan kasih sayang,” pungkasnya. (YW)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.