Magetan — Javanewsonline.co.id | Kawasan wisata air Dong Mbud di Desa Geplak, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, mendadak riuh pada Ahad (14/6/2026) pagi. Ratusan pencinta taksi air atau penghobi mancing dari berbagai daerah di wilayah Se-Karesidenan Madiun berkumpul, memadati tepian kolam dengan joran andalan mereka.
Sebanyak 285 peserta ambil bagian dalam gelaran Lomba Mancing Bersama Bupati Magetan. Agenda ini bukan sekadar ajang berburu ikan, melainkan menjadi panggung hangat yang mempertemukan langsung masyarakat dengan pemimpinnya dalam suasana yang guyub dan penuh kebersamaan.
Kehadiran Bupati Magetan, Hj. Nanik Endang Rusminiarti, M.Pd, yang akrab disapa Bunda Nanik, disambut antusias oleh para peserta dan warga setempat. Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Desa Geplak bersama komunitas pemancing lokal ini diniatkan sebagai ruang silaturahmi sekaligus etalase promosi potensi wisata berbasis desa.
Bupati Nanik hadir dengan didampingi jajaran pejabat daerah, mulai dari anggota DPRD Magetan dari Dapil II, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan, hingga jajaran Forkopimca Karas.
Dalam sambutannya, Bupati Nanik menekankan bahwa memancing memiliki filosofi yang lebih dalam dari sekadar menyalurkan hobi atau berburu tangkapan. Menurutnya, aktivitas ini merupakan sarana rekreasi yang efektif untuk menyegarkan pikiran sekaligus merajut kembali tenun sosial di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita bisa berkumpul, bercengkerama, mempererat tali silaturahmi, serta menambah pertemanan dan persaudaraan,” ujar Bunda Nanik hangat.
Tak sekadar memberi sambutan di podium, Bupati perempuan pertama di Magetan ini juga turun langsung menyapa para pemancing satu per satu, memberikan suntikan semangat di tengah kompetisi yang sehat tersebut.
Bupati menilai, kegiatan kreatif seperti ini sangat efektif untuk mengenalkan potensi wisata dan sektor perikanan darat yang dimiliki Desa Geplak kepada khalayak yang lebih luas.
Senada dengan Bupati, Kepala Desa Geplak, Juwarno, mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme peserta yang luar biasa. Ia berharap, ikon wisata Dong Mbud tidak hanya dikenal saat perlombaan saja, melainkan mampu tumbuh menjadi destinasi wisata berkelanjutan.
“Saya berharap kawasan Dong Mbud dapat terus berkembang menjadi destinasi yang menarik, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, serta mendukung program pembangunan berbasis potensi lokal,” tutur Juwarno.
Bagi Desa Geplak, gelaran mancing bersama ini bukan hanya urusan rekreasi. Lebih dari itu, ada denyut nadi ekonomi warga yang ikut bergerak. Juwarno berharap, peningkatan kunjungan wisata ke Dong Mbud ke depan akan berdampak langsung pada kesejahteraan warga setempat, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjajakan produknya di sekitar lokasi wisata.
Melalui sinergi antara hobi, wisata, dan komitmen pemerintah daerah, Desa Geplak sedang merajut optimisme baru: mengubah potensi lokal menjadi motor penggerak ekonomi warga. (Rend)

