Bangkalan –  Javanewsonline.co.id | Dugaan pengerjaan proyek jalan yang tidak sesuai spesifikasi di ruas R16 Arosbaya–Campor, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, berbuntut panjang. Setelah ramai diberitakan di sejumlah media sosial, Komisi III DPRD Bangkalan turun langsung ke lapangan, Senin (8/9/2025).

Inspeksi mendadak itu dilakukan bersama perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), konsultan pengawas, serta kontraktor pelaksana. Dewan memutuskan melakukan coring test, metode pengujian dengan mengambil sampel lapisan aspal untuk mengetahui ketebalan sekaligus kepadatannya.

Ketua Komisi III DPRD Bangkalan, Reza Teguh Wibowo, mengatakan sidak dilakukan untuk memastikan kualitas proyek yang sempat menuai polemik. “Besok kami akan memanggil kembali semua pihak terkait untuk mendalami hasil uji coring ini. Kami ingin memastikan apakah benar terjadi ketidaksesuaian dengan spesifikasi teknis,” kata Reza usai meninjau lokasi.

Langkah dewan disambut baik masyarakat. Romdani, tokoh pemuda Arosbaya, menyebut kehadiran wakil rakyat di lapangan memberi harapan agar persoalan proyek jalan itu segera terang benderang. Ia meminta hasil pengawasan benar-benar disampaikan secara terbuka.

“Saya berharap anggota dewan memberikan klarifikasi yang akurat atas pengujian lapisan aspal ini. Masyarakat ingin tahu apakah berita yang viral itu benar atau tidak,” ujar Romdani.

Proyek jalan Arosbaya–Campor diketahui menelan anggaran yang tidak kecil. Karena itu, dugaan pengerjaan asal-asalan memicu kritik keras dari warga. Mereka khawatir, jika mutu pekerjaan tidak sesuai, jalan akan cepat rusak dan menimbulkan kerugian besar.

Menurut Romdani, sidak dewan merupakan bagian dari fungsi pengawasan legislatif terhadap mitra kerjanya, Dinas PUPR. Ia mendesak agar setiap temuan di lapangan diikuti langkah tegas, termasuk penindakan bila terjadi pelanggaran kontrak. “Transparansi anggaran itu penting. Publik berhak tahu bagaimana uang negara dikelola,” katanya.

Hingga kini, hasil uji coring masih dalam tahap pemeriksaan teknis. DPRD berjanji akan mempublikasikan hasilnya setelah seluruh data diperoleh. “Kami tidak ingin spekulasi berlarut-larut. Nanti ada kesimpulan resmi setelah pemanggilan semua pihak,” kata Reza.

Masyarakat Bangkalan menanti kejelasan proses ini. Harapan mereka sederhana: proyek jalan yang dibangun dengan dana besar benar-benar berkualitas, bukan sekadar simbol pembangunan. (Wahid)