Jakarta — Javanewsonline.co.id | Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, menyambut langsung kepulangan puluhan warga Bangka Belitung yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Myanmar. Penyambutan berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada Selasa (18/3).
“Alhamdulillah, masyarakat Bangka Belitung yang menjadi korban TPPO kini telah berada di tanah air,” kata Didit usai penyambutan.
Sebanyak 38 korban telah tiba terlebih dahulu di Jakarta. Sementara itu, dua kloter berikutnya dijadwalkan tiba masing-masing pada pukul 14.00 dan 17.00 WIB. Seluruh korban akan segera dipulangkan ke kampung halaman menggunakan maskapai Sriwijaya Air.
“Secepatnya, akan kita terbangkan ke Babel agar mereka bisa segera berkumpul kembali dengan keluarga,” ujar Didit.
DPRD Bangka Belitung disebut telah aktif sejak awal kasus ini mencuat, melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat dan lembaga terkait. Didit menegaskan, pengawalan ketat dilakukan demi memastikan proses evakuasi dan pemulangan berjalan cepat dan aman.
Langkah ini mendapat apresiasi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh lokal dan aktivis. Mereka menilai respons DPRD mencerminkan kepedulian terhadap keselamatan warga serta tanggap terhadap kasus perdagangan manusia yang bersifat lintas negara.
“Upaya panjang ini akhirnya membuahkan hasil. Momen ini penuh haru dan kebahagiaan. Harapan kita bersama, kejadian serupa tidak terulang kembali,” ucap Didit.
Pemerintah Provinsi Bangka Belitung juga menyatakan komitmen untuk memberikan pendampingan psikososial kepada para korban. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu proses pemulihan dan reintegrasi mereka ke masyarakat.
Penyambutan ini menjadi penanda penting keberhasilan diplomasi dan kerja kolaboratif berbagai pihak dalam menangani kasus TPPO. Selain itu, peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan ketat dan pencegahan terhadap praktik perdagangan manusia yang kian kompleks dan terorganisasi. (Renaldi)

