Jayapura – Javanewsonline.co.id | Jelang peluncuran buku Alkitab dalam bahasa Suku Walak pada bulan Mei mendatang, himpunan mahasiswa pelajar suku walak mengelar diskusi, bersama Pdt Markus Kidlungga S.Th sebagai Ketua tim penerjemah buku Alkitab dalam bahasa suku walak di Kota Jayapura. Kegitan ini berlangsung di Gereja GIDI bukit pengharapan, Jalan Wodlo Buper kota Jayapura Papua, Selasa 21 April 2021.
Diskusi ini dihadiri oleh segenap mahasiswa, pelajar, pemuda, serta orang tua asal suku walak yang berdomisili di kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Keroom. Kegiatan dimulai dengan ibadah bersama dan dilanjutkan dengan diskusi seputar buku Alkitab dalam bahasa suku walak yang telah selesai penerjemahannya.
Diskusi yang dipandu oleh Pdt Markus Kidlungga juga sebagai Ketua tim penerjemahan buku Alkitab berlangsung aman dan tertib. Pdt Markus Kidlungga juga menyampaikan, bahwa diskusi ini hanya sebagai gambaran umum setelah proses peluncuran buku akan dilakukan seminar untuk lebih memperdalam pengetahuan akan buku Alkitab bahasa suku walak ini bersama anak2 mahasiswa kedepan.
Ketua bidang pendidikan dan penalaran Himpunan Mahasiswa Pelajar Walak (HMPW) Anto Togodly menyampaikan, bahwa kegiatan diskusi ini adalah bagian dari program bidang pendidikan dan penalaran, berhubung akan diluncurkan buku Alkitab dalam bahasa walak pada bulan Mei mendatang, di distrik iluga kabupaten Mamberamo tengah, sehingga ia berinisiatif mengundang Pdt Markus Kidlungga untuk diskusi bersama.
“Kami sebagai generasi suku walak, dapat mengetahui proses dan tahapan penerjemahan buku, agar nantinya dapat kami pegang sebagai bekal ilmu,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Ketua Himpunan Mahasiswa Pelajar Suku Walak (HMPW) Natalis Togodly mengucapkan terima kasih kepada Pdt Markus Kidlungga, yang sudah hadir membagikan pengalaman dalam diskusi ini. Waktu 23 tahun itu sangat lama, tapi dengan kesabaran serta semangat yang tinggi, ia dan teman-teman tim bisa menyelesaikan buku ini. “Kami sangat mengapresiasi untuk itu, karena kami sadar, apa yang sudah mereka kerjakan akan kami gunakan sebagai generasi penerus suku walak itu sendiri,” pungkasnya. (oktaf gombo)

