
Takalar (Sulsel) – Javanewsonline.co.id | Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Takalar, membuat ratusan hektar lahan pertanian tanaman padi bakal gagal panen di Kelurahan Canrego Kecamatan Polsel Kabupaten Takalar, dikarenakan terendam banjir. Genangan banjir di area persawahan padi mencapai satu meter lebih, sehingga tanaman padi terendam total oleh genangan air.
Banjir yang menggenangi sawah sejak malam tadi hingga hari ini, Senin (21/2/22), membuat petani khawatir akan mengalami gagal panen, karena jika genangan tak segera surut, tanaman padi akan membusuk. Terlebih tanaman padi sudah berusia tiga bulan dan sudah siap masa panen.

Banjir yang menggenangi lahan tanaman padi ini akibat luapan Sungai Pappa sejak semalam hingga kini belum surut.
Harapan petani, khususnya di lingkungan Bontonompo Kelurahan Canrego Kecamatan Polsel, sistem pengairan harus dibenahi, serta bantuan puso bagi petani yang terdampak banjir, terutama di area persawahan padi.
Ia juga meminta kepada pemerintah, untuk memberikan keringanan pajak terkhusus di area pertanian yang terendam banjir agar bebas pajak.
Banjir ini setiap tahun melanda kelurahan Canrego, akibat meluapnya sungai Pappa, sehingga ratusan hektare padi terendam banjir, padahal padi tersebut tidak lama lagi akan di panen karena usianya sudah tiga bulan. Banjir ini adalah banjir kiriman dari Patte’ne, penyebabnya mungkin sistim pengairan tidak ada dan berakibat banjir total menggenangi padi petani.
Kepala lingkungan Bontonompo Mansyur Dg Su mengatakan, terkhusus dilingkungan Bontonompo, ada sekira 30 hektar padi persawahan terendam banjir dan diperkirakan akan gagal panen, padahal padi sudah berbuah, “Harapan kami kepada Pemerintah, agar dapat membantu para petani yang padinya terdampak banjir dan juga meminta kebijakan untuk keringanan pajak, karena sudah dipastikan padi itu akan busuk dan tidak bisa lagi di panen, sehingga para petani akan mengalami kerugian besar,” ujarnya. (Muhammad Rusli)

