Palangka Raya – Javanewsonline.co.id | Permainan Lato-Lato ramai dimainkan dari berbagai kalangan. Sayangnya, permainan tersebut sudah memakan korban.

Seperti yang terjadi di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), mata bocah umur 8 tahun terpaksa harus di operasi lantaran tertancap serpihan pecahan Lato- lato.

Walaupun di Kota Palangkaraya belum ada korban akibat permainan yang tengah viral itu.

Akan tetapi harus menjadi perhatian semua pihak terutama orang tua, maupun pihak sekolah.

Hal itu disampaikan Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin.

Fairid Naparin menegaskan, agar Permainan Lato-Lato ini tidak dimainkan pada saat anak-anak atau peserta didik sedang berada di sekolah.

Serta meminta agar pihak sekolah melarang dan merazia Permainan Lato-Lato yang di bawa ke sekolah.

Orang nomor satu di Kota Cantik ini pun mengimbau kepada orang tua, terutama agar saat anak bermain Lato-lato dapat diawasi.

“Jangan sampai ada kejadian atau kasus yang tak diinginkan terjadi seperti di daerah lain, yang sudah memakan korban,” ujarnya.

Ia juga meminta kepada Kepala sekolah, mulai jenjang SD, SMP, hingga perguaruan tinggi, untuk merazia anak, agar tidak membawa lato-lato pada saat ke sekolah.

Selain itu, permainan Lato-Lato ini hendaknya dapat memperhatikan tempat, waktu, dan etika.

Karena suara yang ditimbulkan dari permainan inipun ada sebagian masyarakat yang tidak menyukainya, ataupun merasa terganggu.

“Hendaknya agar memainkan permainan tersebut melihat waktu, tempat dan etikanya,” pungkas Fairid Naparin.(*/Suparto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.