Tulungagung – Javanewsonline.co.id | Senin 20 Mei 2024 Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tulungagung (ALMASTA) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan Kantor DPRD, pada Senin (20/05). Mereka menuntut pergantian Penjabat (Pj) Bupati Tulungagung dengan berbagai alasan.

Dalam aksinya, ALMASTA menilai kinerja Pj Bupati selama 8 bulan terakhir tidak memuaskan. Mereka menyoroti beberapa hal, seperti banyaknya jalan yang masih rusak, kurangnya responsif dalam menanggapi permasalahan, minimnya transparansi informasi publik, dan lambatnya pengambilan kebijakan.
“Pj Bupati dinilai gagal menjalankan tugasnya,” tegas Oky Anggoro, Koordinator Aksi ALMASTA.
Selain itu, ALMASTA juga menyoroti konflik di Desa Kedoyo dan masalah pembangunan Puskesmas di Desa Banjarejo yang tidak mendapatkan penanganan tegas dan responsif dari Pj Bupati.
Mereka juga mengecam Pj Bupati yang dinilai kurang kooperatif dalam berkomunikasi dengan media, bahkan memblokir nomor wartawan.
“Demi kemajuan Tulungagung, Kami minta, Kemendagri segera ambil keputusan untuk mengganti Pj Bupati Tulungagung dengan yang baru,” harap Oky.
ALMASTA memberikan waktu 10 hari kerja kepada Kemendagri untuk menindaklanjuti tuntutan mereka. Jika tidak diindahkan, mereka akan kembali menggelar aksi dengan massa yang lebih besar.
Berikut beberapa tuntutan ALMASTA:
- Evaluasi kinerja PJ Bupati selama 8 bulan terakhir.
- Perbaiki pelayanan publik dan tingkatkan transparansi informasi.
- Tangani konflik di Desa Kedoyo dan masalah pembangunan Puskesmas di Desa Banjarejo dengan tegas.
- Tingkatkan komunikasi dengan media dan jangan blokir nomor wartawan.
- Ganti Pj Bupati Tulungagung dengan yang baru.
Aksi demonstrasi ALMASTA menjadi sorotan publik dan media massa. Masyarakat berharap Kemendagri segera merespon tuntutan mereka demi kemajuan Kabupaten Tulungagung. (Joko Prastyo)

