Di tengah malam yang berembun, di jalur lintas timur Pangkalan Kerinci, tepatnya di kilometer 66, suara sirine merayap seperti nyanyian hantu. Polisi berkeliaran, berjibaku dengan kecelakaan yang kembali menghiasi malam itu. Kasat Lantas Polres Pelalawan, AKP Akira Ceria SIK MM bersama rombongan polisi berlarian menuju tempat kejadian perkara yang sunyi.

Di hadapan mereka, drama kehidupan terungkap. Sebuah bus Mercedes B 7268 IS, bergerak dengan mantap dari arah Pos 9 menuju Pangkalan Kerinci. Hujan rintik-rintik menambah dramatisasi malam itu. Jalanan lurus seakan tak berujung, ditutupi oleh aspal hotmix yang masih hangat. Marka jalan berkilau dalam keheningan malam.

Namun, tiba-tiba, di sisi lain, muncul sosok misterius, sebuah KBM Coltdiesel tanpa identitas yang jelas. Seperti hantu yang menghantui, ia muncul tak terduga. Mengerem mendadak, karena ada KBM TL yang tak kalah misterius, meluncur mundur dari hutan. Tiba-tiba saja, jalan terpotong, dan semua berubah.

KBM Bus Mercedes B 7268 IS yang tak bisa berhenti karena jalanan yang licin, berusaha menghindar. Sopirnya, dalam usahanya untuk bertahan, membanting setir ke kiri. Namun, takdir berkata lain. Bus itu terperosok ke dalam jurang yang gelap, membawa kehidupan menuju ke ujungnya.

Di antara kerumunan kepolisian yang sibuk dengan olah tempat kejadian, terdengar rintihan korban. Sepuluh orang terluka, satu nyawa melayang di TKP. Mereka pun segera diangkut ke Rumah Sakit Efarina Pangkalan Kerinci, dalam upaya terakhir untuk menyelamatkan mereka.

Kasat Lantas AKP Akira Ceria SIK MM menutup narasinya dengan sebuah himbauan. Dia merayakan kehidupan yang masih tersisa, sambil memohon agar para pemilik armada tetap berpegang pada aturan lalu lintas. Malam itu, di kilometer 66 jalur lintas timur Pangkalan Kerinci, kisah tragis mengingatkan kita akan kerapuhan kehidupan, dan betapa pentingnya keselamatan di atas segalanya. (Erizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.