Pematangsiantar – Javanewsonline.co.id | Rencana Dinas Pendidikan Kota Pemantangsiantar yang akan melakukan Regrouping untuk beberapa Sekolah Dasar (SD) mendapat penolakan dari para orang tua siswa, sebanyak 126 perwakilan orang tua siswa mendatangi kantor Disdik Kota Pematangsiantar, baru-baru ini.

Menurut pengakuan Pardede orang tua siswa dari SDN 121241, renca regrouping tersebut akan memberatkan para siswa, selain jarak tempuh ke sekolah yang baru lebih jauh juga dikarenakan para siswa sudah nyaman melakukan aktifitas belajar di sekolah mereka saat ini.

“Kami orang tua murid datang ke Dinas Pendidikan ini karena tidak setuju rencana perpindahan SD Negeri 121241 ke SD Negeri 121243, lalu anak-anak kami juga tidak mau kalau pindah sekolah,” terangnya selaku perwakilan orang tua siswa.

Ia juga menjelaskan, tidak tersedianya angkutan umum yang masuk ke SD Negeri 121243 serta adanya sungai besar di depan sekolah yang membahayakan bagi para siswa menjadi salah satu penolakan regrouping tersebut.

“Kami menilai bahwa sekolah tersebut telah nyaman untuk belajar anak kami, kalau sempat dipindahkan sekolah ini ke SD yang satu lagi, jarak tempuh dari rumah sangat jauh sehingga membuat anak-anak pasti akan kelelahan pergi sekolah,” pungkasnya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar Rosmayana saat menemui para orang tua siswa justru terlihat kebingungan dan hanya menanyakan keperluan para orang tua siswa yang datang ke kantor Disdik dan tidak banyak memberikan keterangan.

Sementara itu Kepala Bidang SD Dindik Pematangsiantar Lusamti Simamora saat menermui para orang tua siswa menjelaskan, SD Negeri T121241 yang berada di Siantar Sawah tidak akan di tutup, namun hanya penggabungan managemennya saja.

“Yang digabungkan itu managemennya saja, jadi dua SDN tersebut di kepalai oleh satu orang kepala sekolah, sedangkan kegiatan belajar mengajarnya tetap di sekolah masing-masing, terkait adanya guru yang tidak mengajar dan pindah ke sekolah lain itu karena memang di Siantar kekurangan guru, namun kita akan berupaya untuk memenuhi kuota pengajar,” kata Lusamti Simamora. (T3D)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.