Gubernur Andra Soni meninjau tahapan wawancara lima kandidat calon Sekda Banten. Suksesi birokrasi berlangsung di balik layar kaca.
Laporan: Timan
Di ruang semi hening lantai atas Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten, KP3B Curug, Kamis siang, Gubernur Banten Andra Soni menjejakkan langkahnya menyaksikan langsung proses penting: tahapan wawancara lima calon Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten. Bukan wawancara seperti biasanya. Tak ada tatap muka. Tak ada berjabat tangan. Lima kandidat menjalani proses seleksi di hadapan panitia seleksi yang terpampang di layar—melalui aplikasi Zoom.
“Barusan kita melihat kegiatan wawancara dari lima suksesor,” kata Andra Soni usai meninjau proses itu, Kamis, 5 Juni 2025.
Andra tampak tenang, tapi di balik ketenangan itu ada satu keputusan besar yang menanti. Siapa pun yang terpilih sebagai Sekda akan mendampingi Gubernur sebagai motor penggerak birokrasi Banten. Andra berharap seluruh peserta bisa mengikuti tahapan dengan baik. “Saya sampaikan semoga mereka bisa mengikuti tahapan-tahapan dengan baik dan hasil akhirnya akan disampaikan oleh pansel,” ujarnya.
Lima Nama di Balik Layar
Proses seleksi Sekda Banten ini berlangsung dalam senyap, namun tak bisa dibilang sederhana. Ada lima nama yang kini menunggu nasib:
- Nana Supiana, Kepala BKD Provinsi Banten;
- Deden Apriandhi H, Sekretaris DPRD Provinsi Banten;
- Komarudin, Asisten Pemerintahan Umum dan Kesra Setda;
- Rina Dewiyanti, Kepala BPKAD Banten;
- Siti Ma’ani Nina, Kepala DP3AKKB.
Kelima pejabat tinggi pratama itu diuji oleh lima orang panitia seleksi. Kelimanya berasal dari instansi pusat dan perguruan tinggi. “Dua dari BKN, satu dari Menpan RB, dan dua akademisi dari UI dan Untirta,” ujar EA Deni Hermawan, Kepala Sekretariat Pansel Sekda Banten.
Wawancara dilakukan satu per satu, dengan waktu yang tentatif. “Mereka masuk ruangan sendiri, prosesnya daring. Pansel juga tidak tatap muka,” ujar Deni. Menurutnya, metode daring digunakan demi menghormati agenda para anggota pansel yang padat.
Ruang Pleno dan Rute ke Istana
Setelah kelima kandidat selesai diwawancarai, pansel akan menggelar pleno. Hasilnya berupa tiga besar nama calon Sekda. Tiga nama itu lalu diserahkan ke Gubernur. Selanjutnya, satu nama terpilih akan diusulkan Andra Soni ke Presiden melalui Menteri Dalam Negeri.
“Segera mungkin. Karena saya tinggal meneruskan ke Pak Presiden lewat Mendagri,” kata Andra Soni, memberi sinyal bahwa proses pemilihan Sekda Banten tak akan berlarut-larut.
Namun bukan berarti jalan menuju kursi Sekda mulus. Selain dinilai dari rekam jejak dan kompetensi, pemilihan ini juga menjadi barometer sejauh mana transisi kepemimpinan di Banten berjalan secara transparan dan meritokratis. Beberapa pengamat mencermati bahwa komposisi kandidat cukup berimbang, mencerminkan beragam kekuatan birokrasi yang ada di provinsi berpenduduk lebih dari 12 juta jiwa ini.
Mencari Motor Penggerak Pemerintahan
Posisi Sekda memang strategis. Ia adalah panglima sipil di balik jalannya roda pemerintahan daerah. Dalam konteks Banten, yang kini tengah mengonsolidasikan agenda reformasi birokrasi, digitalisasi layanan publik, dan pengetatan belanja daerah, jabatan Sekda bukan sekadar administratif. Ia adalah eksekutor teknis utama, penghubung antara kebijakan politik dan operasional pelayanan publik.
Dari segi pengalaman, lima kandidat yang muncul memang tak diragukan kapasitasnya. Tapi siapa yang memiliki kekuatan sinergi dengan gubernur, kapasitas manajerial tinggi, serta keluwesan menjembatani lintas kepentingan? Jawaban itu ada pada hasil pleno pansel—dan tentu saja, di meja Presiden Joko Widodo.
Andra Soni sendiri adalah figur baru di kursi Gubernur Banten hasil pemilihan tahun lalu. Pemilihan Sekda pertamanya ini akan menjadi ujian pertama dalam membentuk tim kerja yang solid dan profesional.
Penutup: Menanti Nama di Ujung Zoom
Hari itu, lima wajah muncul satu per satu di layar. Mereka berbicara di hadapan panelis yang jauh di Jakarta dan Depok. Tak ada debat, tak ada riuh pendukung, hanya suara dan data. Tapi dari ruang senyap itulah, nasib birokrasi Banten untuk lima tahun ke depan dipertaruhkan.
Kini, publik menanti. Nama siapa yang akan keluar dari pleno pansel dan bertuliskan tanda tangan Presiden RI di surat keputusan Sekretaris Daerah Provinsi Banten. (Sumber Adpim Sekda Provinsi Banten)

