Tapsel – Javanewsonline.co.id | Ketua DPW Sekretariat bersama wartawan Indonesia (SWI) Sumatera Utara Rahmad Syukur SK, meminta kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), untuk meninjau lokasi dusun yang berada di Kabupaten Tapanuli Selatan, sebab jalan dan lampu penerangan di dusun tersebut sudah puluhan tahun tak tersentuh aliran listrik.
Kunjungan tugas luar SWI Sumut ke Tapanuli Selatan tersebut, terpanggil oleh rasa kemanusian kepada warga yang belum memiliki lampu penerangan, serta jalan yang belum tersentuh pembangunan sejak tahun 2003 lalu.
Untuk membuktikan bahwa berita tersebut bukan berita hoax, beberapa media online dan media cetak yang tergabung dalam Tim SWI Sumut, pada Kamis malam (12/05) pukul 22.00 Wib, menyambangi lokasi warga yang belum mendapat lampu penerangan.
Sementara, jarak tempuh menuju lokasi dari Batu Tua Tindoan Laut Kec Angkola Sangkunur Tapanuli Selatan kurang lebih sejauh 3 km.
Sebelum meninjau lokasi, DPW SWI Sumut mendatangi kantor Bupati Tapsel untuk menemui Kabag Humas Tapsel Inur Siregar, guna konfirmasi mengenai berita tersebut, agar mendapat berita yang berimbang.
Kabag Humas menyarankan, sebelum mendatangi lokasi, sebaiknya menemui dahulu Kadisperindag Tapsel pada esok hari, Jum’at (12/5/2022). “Besok akan saya telepon kalian,” ucapnya.
Namun Kabag Humas Tapsel Inur Siregar, pada keesokan harinya belum juga memberikan kabar kepada Tim SWI Sumut, terkait pertemuan dengan Kadisperindag Tapsel.
Tim SWI Sumut meminta tanggapan kepada salah satu warga yang merupakan putra daerah Kelurahan I Raniate Kecamatan Angkola Sangkunur Kabupaten Tapanuli Selatan, karena warga tersebut mengeluh mengenai janji-janji Bupati Tapsel yang terpilih pada 2019-2024, sebab janji-janjinya kepada warga hingga tahun 2022 belum terpenuhi mengenai destinasi wisata daerah.
Begitupun dengan Ritonga yaitu Kepala Dusun Batu Tua Desa Tindoan Laut Kec Angkola Sangkunur. Ia juga mengeluh tentang penerangan listrik dan jalan, karena disaat hujan turun, banjir menggenangi dusun tersebut.
“Padahal dilokasi tersebut ada Tambang emas Martabe yang dikelola oleh warga asing, bahkan setiap jelang desember warga Kelurahan I Raniate mengalami banjir hingga kedalaman 2 meter,” ucap Ritonga.
Ia menduga Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan tidak ada yang peduli dengan keadaan warga Dusun Batu Tua, bahkan jalan yang digunakan untuk menuju dusun tersebut sangat gelap gulita, karena tidak ada lampu penerangan jalan.
Warga Batu Tua Tindoan Laut meminta dari tahun 2003 hingga tahun 2022, agar jalan di desa mereka dibenahi. “Hanya satu permintaan kami, agar kami bisa bekerja sebagai petani sawit dan usaha kami lancar, serta kami bisa berpikir untuk masa depan anak-anak kami,” pungkasnya. (TIM SWI)

