Mentawai — Javanewsonline.co.i | Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai menerima bantuan sarana dan prasarana pertanian senilai hampir Rp 14 miliar dari Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar). Bantuan yang bersumber dari APBN dan APBD tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Balai Mekanisasi Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar, Afneli, SP, M.Si, di halaman Kantor Bupati Kepulauan Mentawai, Tuapeijat, Kamis (4/6/2026).

Wabup Kep.Mentawai Jakop Saguruk didampingi Sekda Martinus Dahlan Terima Kabalai Mekanisasi Pertanian Sarana dan Prasarana Ibu Afneli,SP, MSi dan Langsung Paparan Program Bantuan Tahun.2026 , 14 Milyar Rupiah

Bantuan yang diserahkan secara simbolis ini berupa lima unit traktor roda empat dan 86 unit hand sprayer (alat semprot tangan). Penyerahan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Mentawai, Jakop Saguruk, SE, dengan didampingi Sekretaris Daerah Martinus Dahlan dan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kepulauan Mentawai, Zakirman, S.Pt.

5 unit Traktor Roda 4 Langsung diserahkan
Kabalai Ibu Afneli,SP.MSi

Sebelum prosesi penyerahan, kedua belah pihak terlebih dahulu menggelar rapat koordinasi di ruang rapat Sekretariat Kantor Bupati Mentawai, KM 4,5 Tuapeijat, Sipora Utara. Dalam pertemuan tersebut, dipaparkan sejumlah program strategis, termasuk pengembangan komoditas perkebunan tanaman semusim dan rempah, serta rencana program cetak sawah.

Wakil Bupati Kepulauan Mentawai, Jakop Saguruk, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas perhatian pemerintah provinsi terhadap sektor pertanian di Mentawai. Ia menjelaskan, lima unit traktor roda empat tersebut akan langsung didistribusikan ke wilayah sentra pertanian.

Kabid Perkebunan Tanaman.Semusim dan Rempah Novriadi,SP Dan Kadis Pertanian Dan Pangan Mentawai Zakirman di Kebun Gambir SP2 bapak Wagiman dan Pak Dasril

“Untuk traktor roda empat, satu unit akan dialokasikan di Sikakap, dua unit di Sipora, dan dua unit lagi di Siberut. Alat ini akan digunakan oleh masyarakat untuk memudahkan pembukaan dan pengolahan lahan,” ujar Jakop kepada awak media.

Jakop menambahkan, masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan biaya perawatan operasional awal, karena biaya pemeliharaan alsintan (alat dan mesin pertanian) tersebut akan didukung melalui Dinas Pertanian. Ia mengimbau warga agar memanfaatkan dan merawat bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya guna meningkatkan produktivitas hasil tani.

Program Cetak Sawah dan Potensi Gambir

Sementara itu, Kepala Balai Mekanisasi Pertanian Provinsi Sumbar, Afneli, SP, M.Si, menjelaskan bahwa total keseluruhan bantuan, baik fisik maupun program stimulan untuk Mentawai, mencapai hampir Rp 14 miliar. Selain alsintan, salah satu program besar yang bersumber dari dana APBN pusat adalah program cetak sawah.

“Untuk program cetak sawah, saat ini baru 400 paket yang siap dikerjakan dari total 1000 paket yang ditargetkan oleh pusat. Hal ini menyesuaikan dengan kesiapan detail lokasi (detail engineering design) yang diajukan daerah,” kata Afneli didampingi Kabid Perkebunan Tanaman Semusim dan Rempah, Novriadi, SP.

Afneli juga memotivasi Pemkab Mentawai untuk lebih proaktif menjemput bola program-program pusat. “Jika Mentawai ingin mendapatkan lebih banyak stimulan di bidang pertanian, kuncinya adalah menyusun dan mengajukan proposal program sebanyak-banyaknya ke pusat,” tambahnya.

Pengembangan Komoditas Rempah di SP2 Sidomakmur

Usai penyerahan bantuan di kantor bupati, rombongan Dinas Pertanian provinsi bersama Kepala Dinas Pertanian Kepulauan Mentawai, Zakirman, meninjau langsung potensi perkebunan gambir seluas dua hektare milik warga di SP2 Sidomakmur, Sipora Utara. Perkebunan milik Bapak Wagiman dan Bapak Dasril tersebut saat ini telah memasuki masa siap panen (kampo).

Di lokasi perkebunan, Zakirman menjelaskan bahwa Pemprov Sumbar melalui dana Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Provinsi mengucurkan anggaran sebesar hampir Rp 730 juta khusus untuk pengembangan komoditas gambir di Mentawai.

“Melalui anggaran ini, akan dilakukan pembukaan lahan gambir baru seluas 10 hektare. Tidak hanya bibit, bantuan juga mencakup pembangunan dua unit sarana pengolahan daun gambir menjadi getah, serta empat unit peralatan penunjang perkebunan,” pungkas Zakirman.

Program terintegrasi ini diharapkan mampu menjadi pemantik roda perekonomian baru bagi masyarakat Mentawai, sekaligus mengukuhkan ketahanan pangan di wilayah kepulauan tersebut. (Rijon)