Oleh: TB Arifuddin
“Atap Balai Desa Senang Sari yang bocor dan rapuh akhirnya mendapat perhatian serius dari PJ Desa, Abdul Ajid. Dengan memanfaatkan anggaran Bantuan Provinsi (Banprop) senilai Rp60 juta, perbaikan atap tersebut dilakukan demi menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat”
Di Desa Senang Sari, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Banten, udara pagi yang sejuk diwarnai dengan suara palu yang bersahutan. Di tengah rutinitas desa yang tenang, ada pemandangan yang menarik perhatian, atap Balai Desa yang tengah direhabilitasi.

Proses perbaikan ini dipimpin langsung oleh Pejabat (PJ) Desa Senang Sari, Abdul Ajid, yang memanfaatkan anggaran dari Bantuan Provinsi (Banprop) untuk memperbaiki kondisi kantor desa yang sudah lama memprihatinkan.
Sudah bertahun-tahun, atap Balai Desa Senang Sari mengalami kerusakan yang cukup parah. Ketika musim hujan tiba, bocor di sana-sini menjadi keluhan utama, mengganggu kenyamanan dan efektivitas kerja para perangkat desa.
Abdul Ajid, yang baru saja menjabat sebagai PJ Desa, menyadari bahwa kondisi ini tidak bisa dibiarkan terus berlarut.
“Begitu saya dilantik, salah satu hal pertama yang saya prioritaskan adalah merehabilitasi atap Balai Desa ini.
Karena kenyamanan dalam bekerja adalah hal yang sangat penting,” jelas Abdul Ajid ketika diwawancarai oleh javanewsonline.co.id pada tanggal 2 September 2024.
Dengan anggaran sebesar Rp60 juta dari Banprop, Abdul Ajid bergerak cepat untuk memastikan perbaikan berjalan sesuai rencana.
Menurutnya, keputusan ini juga sejalan dengan hasil rapat perangkat desa yang mengedepankan perbaikan infrastruktur sebagai langkah awal dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Atap ini sudah rapuh, dan setiap kali hujan, air merembes ke dalam kantor.
Ini sangat mengganggu, terutama saat kami sedang bekerja. Dengan diperbaikinya atap ini, kami berharap bisa bekerja dengan lebih nyaman dan maksimal,” tambahnya.
Abdul Ajid menekankan bahwa perbaikan ini bukan hanya tentang fisik bangunan, tetapi juga tentang komitmennya sebagai pejabat desa yang ingin meninggalkan kenangan positif bagi warga Desa Senang Sari. “Saya ingin memastikan bahwa selama masa jabatan saya, ada perubahan yang dirasakan oleh masyarakat.
Saya berharap, setelah saya selesai menjabat, ada kenangan baik yang tertinggal,” ungkapnya dengan harapan.
Melalui rehabilitasi ini, Abdul Ajid berharap masyarakat bisa merasakan dampak positif dari setiap langkah yang diambil oleh pemerintah desa, serta terus mendukung upaya-upaya yang dilakukan untuk kesejahteraan bersama.
Baginya, kesuksesan dalam menjalankan tugas sebagai PJ Desa tidak hanya diukur dari pekerjaan yang selesai, tetapi juga dari kepuasan dan kenyamanan yang dirasakan oleh masyarakat.
Di sela-sela percakapan, suara paku yang diketuk dan kayu yang dipotong seolah menjadi simbol dari semangat baru di Desa Senang Sari.
Semangat untuk memperbaiki, memperkuat, dan membangun masa depan yang lebih baik bagi seluruh warganya.
Ketika hujan berikutnya turun, atap Bale Desa yang baru diperbaiki ini akan menjadi saksi bisu dari komitmen seorang pejabat desa yang tidak hanya bertugas, tetapi juga peduli.

