Madiun – JavaNewsonline.co.id | Stunting, masalah kesehatan anak yang memprihatinkan, mendapat perhatian serius dari PT INKA (Persero), perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang industri kereta api. Data Kementerian Kesehatan RI tahun 2020 mencatat bahwa hampir 3 dari 10 anak di bawah lima tahun mengalami stunting, menunjukkan urgensi penanganan masalah gizi ini.

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, PT INKA (Persero) menginisiasi program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menyalurkan 280 paket bantuan asupan makanan bergizi kepada balita berisiko stunting di 14 desa Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Pj Bupati Madiun Tontro Pahlawanto dan perwakilan PT INKA di Kantor Kepala Desa Dimong (14/11/2023).
“Kami berterima kasih kepada PT INKA (Persero) yang telah memberikan bantuan ini. Ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami yang membutuhkan asupan gizi yang cukup. Kami berharap dengan adanya bantuan ini, anak-anak kami bisa tumbuh sehat dan cerdas,” ungkap Tontro Pahlawanto.
Senior Manager Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT INKA (Persero) Inggit Wahyu Prasetio menjelaskan bahwa bantuan ini terdiri dari susu, biskuit, dan buah-buahan yang kaya akan vitamin dan mineral. Bantuan disalurkan secara bertahap sebanyak 7 kali distribusi, dimulai sejak September hingga Desember 2023.
“Anak-anak adalah aset bangsa yang harus kita jaga dan kembangkan. Dengan memberikan asupan gizi yang baik, kita berharap anak-anak bisa tumbuh optimal dan memiliki potensi yang besar untuk menjadi generasi penerus yang unggul,” kata Inggit.
Program CSR ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun. Kepala Dinas Kesehatan, dr. Siti Nurhayati, menyampaikan terima kasih kepada PT INKA (Persero) atas kepeduliannya terhadap masalah stunting. Program ini dianggap sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Madiun untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera.
“Kami berharap kerjasama ini bisa terus berlanjut dan menjadi contoh bagi BUMN dan perusahaan lainnya untuk berpartisipasi dalam program-program kesehatan masyarakat,” ujar Siti. Pihaknya terus melakukan berbagai upaya, seperti sosialisasi, pemeriksaan, dan penanganan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Dengan adanya sinergi antara Pemerintah, BUMN, dan masyarakat, kita bisa bersama-sama menyelesaikan masalah stunting di Kabupaten Madiun dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak kita,” tambah Siti. (YW)

