Takalar – Javanewsonline.co.id | Pemerintah, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), berkolaborasi dengan Komisi VII DPR RI, meresmikan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) yang bertujuan untuk memberikan cahaya kepada 7.500 rumah tangga tidak mampu di Provinsi Sulawesi Selatan. Inisiatif ini mewakili komitmen negara dalam menyediakan akses listrik bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam menerangi kehidupan mereka.

Koordinator Evaluasi Pembangunan Infrastruktur Penyediaan Tenaga Listrik, Husni Syafruddin, mengumumkan acara peresmian dan penyalaan pertama Program BPBL di Desa Parangbaddo, Kecamatan Polobangkeng Utara, Kabupaten Takalar, pada Jumat (20/10). Ia menyampaikan, terdapat 504 rumah tangga penerima BPBL di Kabupaten Takalar yang tersebar di 8 Kecamatan. Pada tahun ini, Kecamatan Polobangkeng Utara menjadi yang terbesar dengan 226 rumah tangga penerima manfaat.

Harapan Husni program ini dapat meningkatkan taraf hidup dan kemandirian masyarakat. “Dengan memiliki akses listrik sendiri, masyarakat yang menerima manfaat dari BPBL diharapkan tidak lagi tergantung pada listrik yang disediakan oleh tetangga mereka, dan listrik ini diharapkan dimanfaatkan secara bijaksana,” ungkapnya.

Ridwan Andi Wittiri, Anggota Komisi VII RI, menekankan pentingnya program ini karena rumah tangga yang bergantung pada sambungan listrik dari tetangga mereka akan berisiko terhadap berbagai masalah. “Kabel listrik yang nyantol di tetangga memiliki batasan waktu penggunaan, dan setiap tahunnya akan mengalami kerusakan, juga memiliki kapasitas listrik yang terbatas, sehingga tidak boleh digunakan untuk peralatan berat seperti kulkas dan setrika,” jelasnya.

Andy Achaminoerdin, General Manager Unit Induk Distribusi Sulselabar PT PLN (persero), menyatakan bahwa kehadiran listrik akan membantu anak-anak belajar di malam hari, terutama di tengah tren pembelajaran daring. “Kami percaya bahwa listrik akan meningkatkan produktivitas dan taraf ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Walau begitu, Pj Bupati Takalar menegaskan bahwa masih ada warga di Takalar yang selama bertahun-tahun mengandalkan sambungan listrik dari tetangga mereka atau bahkan belum pernah merasakan listrik. Program BPBL diharapkan bisa memberikan mereka akses listrik yang mereka manfaatkan dengan sebaik mungkin. “Kabupaten Takalar akan terus mendukung program BPBL tahun depan,” tambahnya.

Muhammad (34), salah satu penerima manfaat Program BPBL di Kabupaten Takalar, mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diterimanya. Ia mengakui bahwa sebelumnya ia mendapatkan listrik dari Musholla yang berada persis di samping rumahnya dengan membayar iuran sebesar 120 ribu per bulan. “Sekarang saya tidak perlu lagi menyalurkan uang itu, terima kasih kepada Kementerian ESDM dan PLN,” ungkap Muhammad dengan rasa syukur. (Muhammad Rusli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.