Oleh Rijon
Polres Kepulauan Mentawai, bekerja sama dengan PT Charoen Pokphand, menggelar sosialisasi bagi petani dan peternak guna meningkatkan produksi pangan yang berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto, dengan harapan menjadikan Mentawai lebih mandiri dalam sektor pertanian dan peternakan.

Mentari pagi menyapa Kepulauan Mentawai dengan sinarnya yang hangat. Di sebuah aula sederhana di Tuapejat, deretan kursi sudah tertata rapi. Para petani, penyuluh pertanian, dan aparat kepolisian mulai berdatangan, membawa harapan besar akan masa depan ketahanan pangan di wilayah mereka. Hari itu, Jumat, 14 Maret 2025, sebuah kolaborasi penting antara Polres Kepulauan Mentawai dan PT Charoen Pokphand dari Jakarta akan dimulai.

Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi biasa. Ini adalah bagian dari upaya nyata mendukung program ketahanan pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Polres Kepulauan Mentawai, yang selama ini dikenal aktif dalam berbagai program sosial, kini menggandeng perusahaan pakan ternak terkemuka untuk memperkuat sektor pertanian dan peternakan lokal.
Di tengah ruangan, Kabag SDM Kompol Yudi Partanto berdiri mewakili Kapolres AKBP Rory Ratno. Dengan suara lantang, ia menyampaikan betapa pentingnya kerja sama ini bagi masa depan masyarakat Mentawai. “Kami ingin membantu para petani dan peternak agar mereka bisa lebih produktif, mandiri, dan sejahtera. Ini bukan hanya tentang pangan, tapi juga tentang keberlanjutan hidup,” katanya penuh semangat.
Duduk di barisan depan, Wakil Bupati Kepulauan Mentawai, Jacob Sagurug, S.E., mengangguk setuju. Ia paham bahwa tantangan utama di wilayah kepulauan ini bukan hanya soal ketersediaan lahan, tapi juga akses terhadap pengetahuan dan teknologi pertanian modern.
Sesi utama dimulai. Perwakilan dari PT Charoen Pokphand berbicara dengan lugas, menjelaskan strategi dan teknik baru dalam pertanian dan peternakan. Mereka memperkenalkan pakan berkualitas tinggi yang dapat meningkatkan hasil ternak, serta metode pertanian berkelanjutan yang cocok untuk kondisi geografis Mentawai. Para petani menyimak dengan penuh perhatian, beberapa mencatat, sementara yang lain sesekali mengangguk memahami.
Namun, yang paling menarik adalah sesi diskusi interaktif. Seorang petani bernama Pak Siman berdiri, suaranya bergetar penuh antusiasme. “Selama ini, kami hanya tahu cara bertani dari orang tua kami. Tapi kami butuh ilmu baru untuk meningkatkan hasil panen. Apakah ada program pendampingan jangka panjang dari PT Charoen Pokphand?” tanyanya.
Perwakilan perusahaan itu tersenyum. “Tentu saja, kami tidak hanya hadir hari ini. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi para petani melalui pelatihan dan kunjungan berkala. Kami ingin menjadi mitra, bukan sekadar pemberi informasi.”
Jawaban itu disambut tepuk tangan. Terlihat harapan di wajah para peserta. Mereka sadar, ini adalah awal dari sesuatu yang besar. Dengan ilmu yang diberikan, mereka yakin dapat meningkatkan hasil pertanian dan peternakan di Kepulauan Mentawai.
Di akhir acara, para peserta saling berjabat tangan, bertukar kontak, dan berbagi rencana masa depan. Kapolsek Sipora dan Kasat Binmas juga ikut berbincang dengan para petani, memastikan bahwa program ini akan terus berlanjut dan tidak hanya berhenti di satu pertemuan.
Mentawai hari itu tidak hanya mendapatkan ilmu baru, tetapi juga harapan baru. Sebuah harapan bahwa ketahanan pangan bukan lagi sekadar impian, melainkan sesuatu yang nyata dan bisa dicapai bersama. Dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, jalan menuju swasembada pangan di Kepulauan Mentawai kini semakin terbuka lebar.

