Madiun – Javanewsonline.co.id | Dalam rangka menyongsong Hari Bela Negara (HBN), yang jatuh pada tanggal 19 Desember, Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar acara Jambore Bela Negara di Monumen Kresek, Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Sabtu (17/12).

Acara Jambore Bela Negara tersebut diikuti oleh berbagai penganut agama dan kepercayaan, etnis, serta perguruan pencak silat yang tergabung dalam Forum Mitra Kekuatan Bangsa yang terdiri dari FKUB, FPK, MLKI, IPSI, RAPI, FKPAI.

Forum itu dibentuk untuk merekatkan kerukunan seluruh elemen yang ada di Kabupaten Madiun.

Hari Wuryanto, Wakil Bupati Madiun, dalam sambutannya saat membuka acara tersebut menyampaikan, bahwa kegiatan ini sangat penting untuk menanam serta menumbuh kembangkan wawasan kebangsaan terhadap generasi muda.

Dengan demikian, generasi muda dapat menciptakan Kabupaten Madiun yang aman, mandiri, sejahtera dan berakhlak.

“Dengan ditanamkannya wawasan kebangsaan, kami inginkan wilayah Kabupaten Madiun ini aman dan kondusif,” terang Hari.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Madiun akan terus mengawal dan memantau perkembangan dari hasil wawasan kebangsaan yang telah ditanamkan.

Sementara itu, Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama RI, Wawan Djunaedi berharap, kegiatan jambore bela negara ini dapat diikuti oleh seluruh generasi muda di seluruh Indonesia.

“Kami sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang berorientasi untuk penguatan kebangsaan, salah satunya dengan menggelontorkan anggaran untuk moderasi beragama, yang salah satu indikatornya adalah komitmen kebangsaan,” ungkapnya.

Sebagai simbol dalam penanaman bela negara, di penghujung acara Wakil Bupati Madiun beserta forkopimda dan Ketua Pusat Kerukunan Umat Beragama Kementerian RI melakukan tanam pohon bersama. (YW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.