Jember – Javanewsonline.co.id | Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Universitas Muhammadiyah Jember bersama Klinik Rawat Inap dr M Soeherman dan Pemerintah Kabupaten Jember pada minggu lalu menggelar vaksinasi massal untuk 4000 sasaran.
Acara pembukaan kegiatan vaksinasi tersebut dihadiri oleh Pusat Krisis Kesehatan (Puskriskes) Kementerian Kesehatan RI, Dr dr Eka Yusuf dan Ketua MCCC Pusat Dr Drs HM Agus Samsudin MM. Sementara Bupati Jember Hendy Siswanto diwikili Kepala Dinas Kesehatan dr Wiwik Supartiwi MKes.
Bupati Jember, Ir H Hendy Siswanto, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan dr Wiwik Supartiwi MKes menegaskan, penanggulangan Covid-19 tidak cukup dengan melakukan 5 M, tapi juga dengan vaksinasi Covid-19.
Vaksinasi menurut Bupati, sangat efektif untuk mengurangi penularan dan angka kesakitan akibat paparan Covid-19. Apalagi, tingkat kerentanan masyarakat Jember terhadap serangan virus Covid-19 beberapa waktu terakhir ini semakin meningkat, bahkan peningkatannya cukup signifikan.
“Karena itu perlu segera dilakukan vaksinasi massal, dengan melibatkan semua elemen masyarakat. Saya berterima kasih sekali kepada civitas akademika UM Jember dan juga Klinik dr Soeherman Jember, yang hari ini dan sepuluh hari kedepan akan membantu vaksinasi untuk 4000 sasaran,” tegas Bupati.
Bupati minta kepada seluruh masyarakat untuk membantu menyukseskan kegiatan vaksinasi di Jember. Hal ini, kata Bupati, agar pandemi Covid-19, khususnya di Kabupaten Jember bisa segera berakhir, agar masyarakat bisa segera beraktifitas secara normal.
Rektor UM Jember, Dr Hanafi M.Pd menjelaskan, kegiatan vaksinasi massal yang berlangsung di Aula Ahmad Zainuri, Kampus UM Jember ini terlaksana berkat kerjasama MCCC UM Jember dengan Klinik dr M Soeherman dan dukungan Pemkab Jember.
“Kegiatan vaksinasi ini diberikan secara gratis untuk seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan. Dimulai pada hari ini dan akan berlangsung hingga beberapa hari kedepan, sampai target yang diberikan Pemkab Jember terpenuhi,” ujarnya.
Sementara, Kepala Puskriskes Kemenkes RI, Dr dr Eka Yusuf menegaskan, pandemi Covid-19 di Indonesia masih dalam kondisi mengkhawatirkan. Pemerintah berupaya keras menanggulangi pandemi ini dengan berbagai cara, mulai penerapan protokol kesehatan yang ketat, hingga melakukan vaksinasi secara massal ke seluruh penduduk.
Upaya ini, menurutnya, tentu tidak bisa dilaksanakan sepenuhnya oleh pemerintah sendiri. Tapi juga butuh partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. “Karena itu, dalam kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada Muhammadiyah, dalam hal ini diwakili MCCC yang sudah membantu pemerintah dalam ikut serta menanggulangi pandemi Covid-19,” ujarnya. (Dilla)

