Donggala – Javanewsonline.co.id   | Pentingnya kondisi ibu saat hamil dan melahirkan sebagai faktor penentu terjadinya stunting menjadi perhatian utama Tim Pendamping Keluarga (TPK) Desa Lalombi, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah. Koordinator Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Wilayah Kecamatan Banawa Selatan, Anifta, A. MD. Keb, menyampaikan bahwa setiap pengantin harus memastikan kondisi optimal untuk mencegah terjadinya stunting.

Melalui aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil), TPK Desa Lalombi melakukan pendampingan kepada peserta Calon Pengantin (Catin). Kegiatan ini mencakup pengukuran Lingkar Lengan Atas (Lila), yang merupakan pemeriksaan antropometri untuk mengukur risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada usia subur, termasuk remaja, ibu hamil, ibu menyusui, dan pasangan usia subur.

Anifta menjelaskan, “Kegiatan pendampingan terhadap peserta Catin ini merupakan langkah awal dalam implementasi strategi pencegahan stunting, dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi Elsimil. Pendampingan ini tidak hanya berfokus pada hasil Elsimil, tetapi juga melibatkan edukasi, konsultasi, serta akses untuk meningkatkan status kesehatan dan gizi peserta, serta memberikan rujukan yang diperlukan.”

Pendampingan calon pengantin dan calon pasangan usia subur dianggap sebagai kegiatan prioritas yang memiliki dampak jangka panjang. Inisiatif ini memberikan informasi dan dukungan yang komprehensif kepada mereka, mulai dari persiapan pernikahan hingga keluarga sehat. Dengan pendekatan holistik ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan ibu dan mengurangi risiko stunting di wilayah Desa Lalombi dan sekitarnya.

Tim Pendamping Keluarga terus berkomitmen untuk memberikan layanan yang berkelanjutan, berfokus pada upaya pencegahan stunting sejak dini, dan menciptakan generasi yang lebih sehat di masa depan. (Sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.