Kediri – Javanewsonline.co.id | Memastikan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk warga yang terdampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau langsung penyaluran BLT BBM di Kecamatan Gampengrejo, Jum’at (9/9).

Pria yang akrab disapa Mas Dhito ini mengatakan, hal ini dilakukan untuk memastikan penyaluran BLT BBM pada hari pertama di Kabupaten Kediri tepat sasaran.
“Kita melakukan pantauan di Kecamatan Gampengrejo ini Alhamdulillah tepat sasaran,” ujarnya, pada awak media, Sabtu (10/9).
Menurut Mas Dhito, kenaikan harga BBM berdampak pada kehidupan masyarakat. Untuk itu, pihaknya memberikan bantuan ini kepada masyarakat yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem.
Mas Dhito menjelaskan, bantuan sebesar Rp 150 ribu per bulan ini langsung disalurkan untuk dua bulan. Dan diberikan juga Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
“Ditambah dengan BPNT sebesar Rp 200 ribu, jadi kurang lebih penerima bantuan menerima Rp 500 ribu,” jelasnya.
Salah satu penerima manfaat Siti Solikah mengaku senang mendapatkan BLT BBM ini.
Rencananya, ia akan gunakan bantuan ini untuk tambahan modal berdagang di pasar. “Bade damel usaha sayuran di pasar (untuk usaha berdagang sayuran di pasar),” ucapnya.
Nenek berusia 65 tahun yang berasal dari Desa Ngebrak Kecamatan Gampengrejo ini menilai, Dhito merupakan pemimpin yang baik kepada masyarakat. Saat bertemu Dhito, Siti juga mengobrol soal kehidupan sehari-harinya. “Wonge ganteng, ramah, mimpin rakyatnya joss,” ungkapnya.
Perlu diketahui, BLT bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Untuk melakukan subsidi kenaikan BBM, Pemerintah Kabupaten Kediri mengeluarkan anggaran dari APBD murni sebesar Rp 17 miliar, ditambah dana untuk cadangan sebesar Rp17 miliar.
Total setidaknya Rp 34 miliar dana disiapkan dari APBD untuk melakukan subsidi, ditambah lagi dana dari pemerintah pusat Rp 73 miliar.
Masyarakat yang diprioritaskan berhak menerima bansos itu merupakan kelompok masyarakat yang masuk kategori kemiskinan ekstrim dan masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin, Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Ariyanto menerangkan, penerima BLT BBM dari Kementerian Sosial ini sebanyak 120.654 penerima manfaat yang masuk dalam Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
KPM ini masuk dalam BPNT, Program Keluarga Harapan (PKH), atau PKH yang tidak menerima sembako.
“Total di Kabupaten Kediri yang sesuai dengan data bayar ada 120.654 KPM,” tuturnya. (JK*)

