Blitar – Javanewsonline.co.id | Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, menggelar pertunjukan wayang kulit bertema khusus dan sakral dalam rangka acara bersih desa pada Minggu (19/2). Pertunjukan ini mengusung lakon “Ngruwat Murwokolo,” yang hanya bisa dilakukan pada momen tertentu oleh dalang yang berpengalaman dan memahami maknanya.

Dalam tradisi spiritual Jawa, “Ngruwat Murwokolo” adalah upacara untuk membersihkan diri atau tempat dari segala bencana. Tokoh utama dalam lakon ini adalah Betarakala, yang mencari mangsa berdasarkan syarat tertentu. Namun, syarat tersebut bisa dikelabuhi oleh sang dalang sehingga tidak menimbulkan korban manusia. Cerita ini sudah melegenda dan dipercaya oleh masyarakat Jawa sebagai cara untuk menghindari malapetaka.

Bhagas Wigasto, Kepala Desa Rejowinangun, dalam wawancaranya menyampaikan, “Kita sebagai masyarakat Jawa sudah tentu menghormati dan melestarikan warisan leluhur. Selain itu, ini juga sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas berkah dan rezeki yang diberikan kepada kita sehari-hari.”

Bhagas berharap setelah diadakan acara bersih desa ini, warganya bisa terhindar dari segala malapetaka dan hidup dalam kemakmuran. “Semoga desa Rejowinangun ke depan bisa lebih baik lagi,” ujarnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah bekerja sama dengan baik dalam pembangunan desa, baik secara moral maupun material. (Edi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.