Kediri – Javanewsonline.co.id | Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mendatangi pendapa Panjalu Jayati kemarin. Selain memberikan bantuan asistensi rehabilitasi sosial (atensi), mantan Wali Kota Surabaya itu juga menanyakan progres Bantuan sosial (Bansos) lain dari pusat.
Hingga Februari ini, Pemkab Kediri baru mencairkan 73 persen bantuan pangan non-tunai (BPNT) PPKM. Keterlambatan pencairan, salah satunya karena bantuan dari pusat itu baru turun Januari.
Terkait hal itu, Bupati Hanindhito Himawan Pramana mengungkapkan, pihaknya berupaya mengoptimalkan penyaluran BPNT, salah satunya dengan menghubungi camat-camat agar memaksimalkan realisasi BPNT PPKM. “Memang kami juga baru mendapat bantuan (BPNT PPKM, Red) secara besar pada awal tahun ini,” katanya.
Bupati muda itu menargetkan agar dalam sebulan ke depan BPNT PPKM bisa terserap hingga 90 persen. Berbeda dengan BPNT PPKM, BPNT reguler sudah cair hingga 96 persen.
Untuk diketahui, BPNT reguler dan BPNT PPKM dibedakan sesuai urgensi dan penyaluran saat kasus Covid-19 sedang naik. Khusus BPNT PPKM, hanya disalurkan saat terjadi lonjakan kasus corona.
Sementara itu, selain membahas BPNT, Risma kemarin sengaja datang untuk mengawasi dan menyerahkan bantuan Atensi. Yakni, bantuan untuk disabilitas, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), pengangguran, yatim piatu, hingga mantan pecandu narkoba.
Risma menjelaskan, selama pandemi ini, titik berat bantuan sosial tidak melulu untuk bertahan hidup dari bantuan per bulan saja. Karenanya, Kemensos menelurkan bantuan Atensi tersebut. “Ada juga hari ini (kemarin, Red), kami mendata beberapa warga di Kabupaten Kediri yang berhak mendapatkan bantuan kewirausahaan, makanya sekalian hari ini datang,” terang Risma.
Bantuan kewirausahaan juga diserahkan kepada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) lainnya. Baik disabilitas, maupun korban kekerasan. Setidaknya ada lima warga Kabupaten Kediri yang mendapat bantuan tersebut. Mereka mendapat alat sekolah, alat jahit, alat pertanian, bantuan alat peternakan, dan bantuan lainnya.
“Mereka adalah saudara-saudara kita yang memang mempunyai masalah, sehingga harus dibantu oleh pemerintah,” terangnya. Dia berjanji akan mengawal dan mengevaluasi bantuan kewirausahaan itu. Jika di tengah jalan ditemukan kendala, Risma siap menindaklanjuti. (JK*/Kominfo Kab Kediri)

