Takalar – Javanewsonline.co.id  |  Bagai kisah tragis di sebuah panggung nyata, derita warga di Pangkarode, Kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel), semakin meluas. Jalan perkampungan dan jalan usaha tani (JUT) yang biasa dilalui, sekarang rusak parah dan tergenang lumpur. Keresahan merajai hati mereka, lantaran pemerintah setempat diduga kurang peka terhadap penderitaan yang tengah mereka alami.

Kondisi semakin genting ketika musim hujan tiba, menjadikan jalan yang semula berupa tanah liat menjadi licin dan berlumpur. Penderitaan warga semakin bertambah, mengingat jalan tersebut merupakan jalur utama menuju persawahan. Keadaan ini merugikan warga yang kesulitan melintas di badan jalan yang rusak dan berlumpur.

Seorang warga setempat dengan suara lirih menyampaikan keluh kesahnya, “Sebagai warga, kami memohon agar perbaikan jalan perkampungan, jalan tani, dan gorong-gorong segera dilakukan. Dampaknya sangat terasa, sulit bagi kami untuk melewati jalan tersebut, terutama saat membawa hasil pertanian.”

Warga mengklaim bahwa jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama mereka, terutama dalam aktivitas pertanian sehari-hari. Permintaan mereka agar jalan yang kerap dilalui mendapat perhatian dan penanganan segera sudah sering disuarakan, namun hingga kini, pemerintah setempat belum melakukan tindakan nyata.

Pantauan media Javanewsonline.co.id di lokasi pada 27 November 2023 menyebutkan bahwa PJ Bupati Takalar, Dr. Setiawan Aswad, M. Dev, Plg, pernah melintasi jalan tersebut ketika memberikan bantuan bagi korban kebakaran di lingkungan Pangkarode. Beliau menyatakan niatnya untuk memerintahkan perbaikan jalanan tersebut.

Namun, masih ada pertanyaan besar di hati warga, apakah janji tersebut akan diwujudkan dalam perbaikan nyata? Permintaan warga untuk mendapat perhatian penuh terus bergema, namun hingga kini, langkah konkret dari pemerintah belum tampak.

Kini, warga Pangkarode terus meniti jalan berlumpur, menghadapi derita yang semakin hari semakin dalam. Kisah tragis mereka semakin terpatri di hati, seakan menjadi bagian dari epos keseharian di Pangkarode yang perlahan terlupakan. Semoga langkah-langkah nyata dari pemerintah segera datang, membawa harapan baru bagi warga yang telah lama merana di tengah jalan berlumpur ini.  (Muhammad Rusli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.